Biaya Tinggi, Hasil Minim: Munafri Soroti Buruknya Pengelolaan Sampah Makassar
Munafri mengaku telah berkomunikasi intens dengan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dan kepala pusat terkait mencari solusi konkret.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan kegeramannya terhadap pengelolaan sampah yang belum optimal dalam rapat koordinasi di Balaikota.
- Ia menegaskan bahwa masalah sampah sudah berlangsung lama, dengan TPA menjadi titik lemah utama, terutama karena masih menggunakan sistem open dumping dan dampak air lindi yang merembet ke pemukiman.
- Munafri menyoroti rendahnya kinerja lintas sektor dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumber.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, geram terhadap penanganan sampah di Kota Makassar yang belum maksimal.
Hal ini disampaikan Munafri Arifuddin saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Jumat (10/4/2026).
Hadir Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH-SUMA), Dr. Azri Rasul, Ketua Dewan Linkungan Hidup Melinda Aksa, seluruh camat, dan beberapa organisasi perangkat daerah Pemkot Makassar.
Hampir 15 menit Munafri menyampaikan arahan dengan nada tegas, tinggi, dan penuh penekanan.
Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hal baru dan telah menjadi perhatian sejak lama.
“Proses ini bukan proses yang baru tiga hari di wilayah, ini dari tahun lalu kita sudah dampingi,” ujarnya.
Munafri mengaku telah berkomunikasi intens dengan berbagai pihak, termasuk tenaga ahli dan kepala pusat terkait mencari solusi konkret.
Baca juga: Menuju Adipura, Makassar Perketat Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
Ia menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menjadi titik lemah dalam penilaian pengelolaan sampah di Makassar, khususnya penilaian Adipura.
“Di wilayah lain poinnya cukup, tapi di TPA ini yang bikin drop semuanya,” tegasnya.
Sistem open dumping masih diterapkan memperparah kondisi lingkungan.
Belum lagi, air lindi merembet hampir ke 17 hektar masuk ke pemukiman masyarakat.
Ia mengaku malu ketika kondisi tersebut dibandingkan dengan daerah lain.
“Saya tidak punya apa-apa, saya cuma punya malu dan harga diri. Dan ini saya tidak mau terjadi tahun depan,” katanya.
Munafri secara tegas meminta dukungan penuh dari seluruh jajaran.
Ia menekankan pentingnya komitmen lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan sampah.
| Demo Solidaritas Andrie Yunus Dibubarkan hingga Ponsel Dirampas, Mahasiswa Makassar Lapor Polisi |
|
|---|
| Kuliah Lapang di Pulau Barrang Lompo, Mahasiswa Sosiologi UNM Gelar Aksi Bersih |
|
|---|
| Menuju Adipura, Makassar Perketat Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir |
|
|---|
| Appi Siapkan Konsep Baru, New Makassar Mall Akan Direvitalisasi |
|
|---|
| 120 Booth Bakal Ramaikan Muslim Life Fair Makassar 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-11-Rapat-Koordinasi-Pengelolaan-Sampah.jpg)