Tribun Makassar
Damkar Makassar Semprot Eco Enzim di TPA Antang Jelang Penilaian Adipura
Penyemprotan larutan ini bisa mengurangi bau, polutan, juta sekaligus mengurangi kadar gas metana yang bisa menimbulkan kebakaran.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar melakukan penyemprotan eco enzim di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Tamangapa Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, Senin (29/1/2024).
Penyemprotan eco enzim dalam rangka persiapan penilaian Adipura.
Penyemprotan echo enzim ini bertujuan untuk menciptakan kondisi kualitas udara menjadi lebih baik.
Penyemprotan larutan ini bisa mengurangi bau, polutan, juta sekaligus mengurangi kadar gas metana yang bisa menimbulkan kebakaran.
Echo enzim merupakan cairan organik yang memiliki banyak manfaat diantaranya untuk mengurangi karbon dioksida di udara penyebab polusi (CO2) ke atmosfer dan mengikat panas di awan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Hasanuddin mengatakan, sebanyak 3 unit armada berkapasitas 8.000 liter diturunkan dalam penyemprotan ini.
"Larutan eco enzim guna memaksimalkan pengurangan dan polusi akibat penumpukan sampah di TPA Antang," ucap Hasanuddin.
Untuk diketahui, TPA menjadi salah satu lokus penilaian Adipura.
Total ada 19 titik yang menjadi lokus penilaian Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Selain TPA, ada bank sampah pusat, RSUD Daya, Puskesmas Makkasau, pasar tradisional, tempat wisata Akkarena, sekolah, hingga kantor pemerintahan.
Sebelumnya, PJ Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra juga mengkoordinir pembersihan TPA Antang, Sabtu (27/1/2024).
Firman Pagarra juga meninjau langsung Kolam Lindi dimana cairan yang merembes dari tumpukan sampah dikelola dengan proses pelarutan dan pembusukan.
Nampak, kolam Lindi TPA Antang yang memiliki luas 500 meter ini aman dan jauh dari tumpukan sampah walaupun sedang musim penghujan.
Namun, kata Firman menurut laporan dari Kepala DLH, ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti pipa-pipa dan akses ke tempat pembuangan sampah agar tidak terjadi penumpukan.
“Tahun lalu itu kan tertumpuk sampah karena musim penghujan. Tapi berkat kerja keras DLH akhirnya saya melihat Kolam Lindi ini lebih baik dan aman dari tumpukan sampah,” ungkap Firman.
Ia berharap, Makassar bisa kembali meraih piala Adipura tahun 2023.
“Kita gencar dan harus aktif karena terakhir kita raih piala Adipura itu di periode pertama Pak Walikota Danny, kami optimis di periode kedua masa jabatannya kita akan raih kembali dengan kerja keras teman-teman OPD,” harap Firman. (*)
Tim Makassar Harumkan Indonesia di Festival Budaya Thailand, Raih Penyaji Terbaik Pertama |
![]() |
---|
Harga Beras di Kota Makassar Naik, Pelaku Usaha Warung Lalapan Menjerit |
![]() |
---|
Raup Untung Rp200 Juta Selama 2 Tahun, Honorer dan Pedagang Ditangkap Curi Sapi Pakai Alat Berat |
![]() |
---|
Tari Pasambahan Sambut Melinda Aksa di Grand Opening Surya Manik Premium |
![]() |
---|
Haul ke-IX Prof Rahman Idrus: Inspirasi Kaderisasi dan Pengabdian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.