Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Seruan Tobat Ekologis

Kerusakan ekosistem yang semakin parah, dan penurunan keanekaragaman hayati yang mengkhawatirkan

Editor: Sudirman
Ist
Kurnia, Mahasiswi Pascasarjana UGM 

Oleh: Kurnia

Mahasiswi Pascasarjana UGM

Dalam menghadapi tantangan global yang semakin mendesak, seperti perubahan iklim yang tak terbendung.

Kerusakan ekosistem yang semakin parah, dan penurunan keanekaragaman hayati yang mengkhawatirkan, Indonesia berdiri di garis depan sebagai salah satu negara yang paling terdampak.

Dengan kekayaan alam yang luar biasa, negara ini menghadapi ancaman serius berupa deforestasi yang luas, polusi yang merajalela, dan berbagai masalah lingkungan lainnya yang memerlukan tindakan segera dan efektif.

Dalam situasi kritis ini, seruan untuk “tobat ekologis” di Indonesia bukan hanya menjadi relevan tetapi juga mendesak, menandai kebutuhan untuk sebuah gerakan mendalam yang mendorong perubahan dari perilaku merusak
menjadi tindakan yang memulihkan dan melindungi lingkungan.

Gerakan tobat ekologis di Indonesia telah mendapatkan momentum dari upaya berbagai tokoh yang berani menyuarakan kepentingan lingkungan dan mendorong untuk perubahan positif.

Tokoh-tokoh seperti Emil Salim, yang telah lama menjadi pelopor dalam mewujudkan kebijakan pembangunan berkelanjutan, sosoknya dikenal sebagai tokoh intelektual yang berperan dalam bidang lingkungan hidup.

Nur Hidayati dari WALHI yang tanpa kenal lelah memperjuangkan hak-hak lingkungan, hingga aktivis muda berbakat seperti Farwiza Farhan, yang berdedikasi untuk pelestarian Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Semuanya menunjukkan bahwa semangat untuk mempertahankan kekayaan alam Indonesia masih sangat kuat.

Namun, kepentingan "tobat ekologis" tidak hanya terbatas pada tindakan pemerintah atau aktivis lingkungan saja.

Ini adalah seruan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemimpin agama yang mengajak umatnya untuk mengintrospeksi hubungan mereka dengan alam.

Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa untuk mencapai transformasi yang komprehensif, diperlukan perubahan perilaku dari tingkat individu, reformasi kebijakan publik, hingga praktek industri yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Menuju jalan tobat ekologis menghadirkan tantangan yang tidak ringan bagi Indonesia.

Sebagai negara berkembang dengan ekonomi yang dinamis, terdapat tantangan besar dalam menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved