Warga Manggala Tutup TPA Tamangapa
BREAKING NEWS: Warga Manggala Tutup TPA Tamangapa, Truk Sampah Antre di Tepi Jalan
Serta lahan warga yang belum dibayarkan karena tertimbun overload sampah TPA Tamangapa.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
Kisruh PSEL juga sebelumnya telah dimediasi di Kantor DPRD Kota Makasar.
Beberapa warga Tamalanrea menolak jika pembangunan PSEL dilakukan di wilayahnya.
Diketahui, Tamalanrea menjadi salah satu opsi pembangunan PSEL.
Selain Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya dan Tamangapa juga menjadi opsi.
Danny Pomanto: PSEL Itu Industri Bukan TPA Antang yang Dipindahkan
Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengungkap, banyak yang beranggapan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa akan dipindahkan.
Itu persepsi yang keliru kata Danny, PSEL dibuat untuk mengatasi masalah persampahan di Kota Makassar, maka dibuatlah sebuah industri pengolahan sampah.
"Bukan TPA yang mau dibuat ini tapi industri listrik, basis bahan bakarnya sampah yang tertutup semua. bukan mau bikin TPA, ini kan ada penyesatan," tegas Danny Pomanto saat diwawancara di Hotel Four Point by Sheraton Jl Andi Jemma, Rabu (9/8/2023).
Danny menegaskan, dirinya tidak pernah ikut campur dalam tahapan lelang PSEL, ia tidak andil dalam menentukan pemenang proyek tersebut
"Sya tidak mau campur itu urusan para ahli, tanya para ahli itu saya tidak pernah campur. mereka presentasi, presentasi saja, mereka umumkan, umumkan saja, saya tidak mau ikut campur," tegasnya lagi.
Soal penempatannya, Danny menyampaikan akan ikut dengan tata ruang yang sudah ada, dimana lokasi yang tepat untuk membangun industri adalah di Kecamatan Tamalanrea.
Hanya saja titiknya bukan di Bumi Tamalanrea Permai (BTP) seperti yang diributkan banyak oknum belakangan ini.
"Serahkan dengan tata ruang, tata ruang itu di Tamalanrea bukan di BTP, itu menyesatkan. Jelas sekali Tamalanrea, saya tetap harus (ikut) di tata ruang," ujarnya. (*).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.