Warga Manggala Tutup TPA Tamangapa
BREAKING NEWS: Warga Manggala Tutup TPA Tamangapa, Truk Sampah Antre di Tepi Jalan
Serta lahan warga yang belum dibayarkan karena tertimbun overload sampah TPA Tamangapa.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga Kecamatan Manggala menutup akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
Ada beberapa pemicu yang membuat warga menutup akses tersebut, antara lain terkait rencana pembangunan Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) di luar dari Kecamatan Manggala.
Serta lahan warga yang belum dibayarkan karena tertimbun overload sampah TPA Tamangapa.
Ketua RW5 Kelurahan Tamangapa, Jaffar Muhtar mengatakan, selama 30 tahun warga Manggala hidup berdampingan dengan TPA.
Jika dipindahkan ke wilayah lain maka sekira 500 pemulung akan kehilangan sumber pendapatannya.
Karena itu, ia berharap PSEL tetap dibangun di Tamangapa.
"Harapan saya pasti mendukung masyarakat agar PSEL tetap dibangun disini. Karena ada beberapa anggapan masyarakat disini bahan baku, kenapa dialihkan di tempat lain," ucapnya ditemui di lokasi, Senin (14/8/2023).
"Kurang lebih 500 orang pemulung yang kehilangan pencaharian. Kapan TPA ini dipindahkan, otomatis sampah baru disana," sambungnya.
Kemudian soal lahan warga yang tidak dibayarkan, ada 12 warga yang lahannya digunakan oleh Pemkot dan belum dibayar di lokasi TPA tersebut.
Lokasinya berada di pintu belakang TPA Tamangapa, luas lahan tersebut diprediksi sekitar 2 hektare.
Tahun 2021 lalu, Pemkot Makassar menjanjikan untuk membayar lahan yang digunakan.
"Banyak sekali lahan warga. Sebelum saya menjabat sebagai RW itu sudah dijanji dibayar. Tapi menurut mereka belum terbayar. Saya dengar mulai tahun 2021 tapi sampai saat ini belum dibayar," katanya.
Berdasarkan pantauan Tribun-Timur.com, sejumlah armada sampah mulai mengantre di area tersebut.
Mereka tak bisa melakukan aktivitas bongkar sampah karena pintu masuk TPA ditutup oleh warga setempat.
Belum jelas sampai kapan penutupan dilakukan, mereka berharap Pemkot Makassar segera turun tangan dan mendengar aspirasinya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.