Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Kemunafikan yang Terlembagakan

Pokok masalah yang merisaukan  itu, adalah bagaimana mengatasi kemunafikan yang sudah terlembagakan. 

Editor: Sudirman
Ist
Aswar Hasan Dosen Fisipol Unhas 

Oleh: Aswar Hasan

Dosen Fisipol Unhas

Wartawan senior Kompas, Budiman Tanuredjo dalam salah satu Kolomnya di Politik dan Hukum yang berjudul: “Memimpikan Pemilu 2024” menyentil persoalan yang sungguh merisaukan.

Pokok masalah yang merisaukan  itu, adalah bagaimana mengatasi kemunafikan yang sudah terlembagakan. 

Kemunafikan, adalah musuh yang paling berbahaya bagi bangsa yang berketuhanan (bertauhid) sebagaimana yang termaktub dalam Pancasila (Sila pertama, Ketuhanan yang Mahaesa).

Sesungguhnya, musuh yang paling berbahaya dari umat Islam yang mayoritas di negeri ini, adalah kemunafikan.

Betapa tidak, jika kaum munafik hidup bersama kaun muslimin, akan mengetahui  kelemahan dan rahasianya, tetapi menyembunyikan kebencian, kedengkian, dan rencana makarnya.

Manghadapi kemunafikan itu, lebih berat dan berbahaya dibanding kekafiran.

Karena orang munafik itu, sulit diidentifikasi sebagai musuh, baik secara internal maupun external.

Kerap ia menjadi teman seiring, lalu menikam dari belakang.

Berbeda halnya dengan kekafiran yang jelas nyata teridentifikasi.

Namun Rasulullah telah memberi petunjuk dengan mengemukakan ciri perilaku orang munafik, sebagai mana dalam hadist: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berbicara berdusta, jika berjanji mengingkari, dan jika diberi amanah mengkhianati." (HR Bukhari dan Muslim).

Di hadist lain juga disebutkan; “Sungguh yang paling aku khawatirkan atas kalian semua sepeninggalku adalah orang munafik yang pintar berbicara." (HR At-Tabrani).

Jika dilihat dari perilau dan dampaknya, setidaknya kemunafikan dapat dibagi menjadi tiga macam.

Pertama, kemunafikan personal (an-nifaaqu al-fardii). Sikap dan perilaku seseorang yang buruk dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved