Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

ASEAN Matters: Epicentrum of Growth Menuju ke Pusat Pertumbuhan Dunia

ASEAN adalah rumah bagi 20 persen dari semua spesies dunia yang dikenal dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Editor: Hasriyani Latif
dok pribadi/anas iswanto
Anas Iswanto Anwar dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas. 

Adanya pandemi Covid-19 yang datang secara tiba-tiba dan belum ada vaksinnya di awal, membuat seluruh negara mengambil kebijakan pembatasan interaksi antarmasyarakatnya. Hal ini berdampak pada merosotnya kegiatan ekonomi yang luar biasa.

Untuk itu, maka sudah tepat saatnya untuk membangun kembali pemulihan atau recovery rebuilding. Ini dilakukan dengan mendorong pemulihan dan memastikan stabilitas serta ketahanan ekonomi dan keuangan.

Selain itu tidak hanya melanjutkan pemulihan, tetapi harus tumbuh dan stabil. Hanya dengan pertumbuhan dan stabilitas, akan menjamin Kawasan ini bisa bergerak maju.

Digital economy atau ekonomi digital sebagai isu selanjutnya, dimana topik ini akan selalu menjadi topik pembahasan dalam setiap forum kerjasama termasuk ASEAN.

Perkembangan dunia menuju era digitalisasi, sehingga semua pihak perlu memahami ekonomi digital terutama dalam hal untuk memajukan konektivitas pembayaran, mendorong literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melalui ekonomi digital akan membuka jalan untuk memungkinkan bagaimana sektor bisnis akan berada pada posisi yang lebih baik secara berkelanjutan.

Sementara itu, Sustainability, sebagai isu yang ketiga dan tidak kalah pentingnya dengan isu-isu lainnya.

ASEAN adalah rumah bagi 20 persen dari semua spesies dunia yang dikenal dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia.

Namun, semua sumber daya alam yang kaya ini dihadapkan pada tantangan dan tekanan lingkungan yang sangat besar.

Peningkatan populasi, urbanisasi yang cepat dan pembangunan ekonomi yang progresif telah menyebabkan peningkatan permintaan dan konsumsi makanan, air dan energi.

Kawasan ASEAN juga menghadapi peningkatan suhu rata-rata dan ekstrem, peningkatan curah hujanserta intensitas dan durasinya. Demikian pula dengan kekeringan, kebakaran lahan dan/atau hutan yang masih terus membayangi kawasan ini.

Berbagai inisiatif maupun usulan perlu dipertajam kembali melalui pendekatan yang berkelanjutan dan mendukung perubahan untuk memastikan bahwa semua dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia maupun ASEAN.

ASEAN harus bekerja sama secara kolaboratif dan kooperatif, harus memanfaatkan keahlian dan pengalaman kolektif untuk mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah yang mempromosikan ketahanan ekonomi, keberlanjutan, dan inklusi.

Apakah dengan peran keketuaan ASEAN 2023, Indonesia merupakan bagian dari tahapan menuju terciptanya ASEAN Economic Community (AEC) yang saling terkoneksi, inklusif, dan sejahtera pada 2025, Semoga… !(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved