Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Harla ke-63 PMII: Membangun SDM Unggul PMII

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di bawah kepemimpinan Muhammad Abdullah Syakri membawa gagasan progresif untuk kemajuan organisasi.

DOK PRIBADI
Muhammad Aras Prabowo - Direktur Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan (LPEK) PB PMII Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Akuntansi UNTIRTA 

Dengan begitu mahasiswa yang ber-PMII akan melahirkan perbedaan tingkatan SDM dengan mahasiswa tanpa organisasi atau non PMII.

Keunggulan SDM PMII yang telah disiapkan sejak mahasiswa, akan mampu bersaing secara unggul dalam perebutan posisi kelak jika ia sudah lulus kuliah.

Karakter SDM unggul kader PMII harus (1) harus menentukan tujuan dan target yang jelas dan yang akan diwujudkan pada masa yang akan datang; (2) menyadari bahwa studi bukan tujuan melainkan alat untuk mencapai tujuan; (3) lebih berorientasi pada performance dari pada satutus; (4) tidak hanya berorientasi pada aktifitas akademik (kuliah); (5) terbuka dan mau mengembangkan diri; serta (5) kolaboratif.

Peluang dan Tantangan

Penguasaan teknologi adalah variable penting dalam kemajuan kader, organisasi bahkan Negara saat ini.

Sementara yang betul-betul menguasai teknologi adalah para pemuda generasi Y dan generasi Z.

Tentu fenomena tersebut adalah peluang besar bagi kader PMII.

SDM unggul akan mampu mengakses berbagai peluang, termasuk entrepreneur.

Menurut Peter Drucker (1985) entrepreneur merupakan satu semangat, sikap, kemampuan, dan perilaku individu dalam menangani usaha dengan mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru yang dapat meningkatkan efisiensi dalam memberi pelayanan lebih baik dan atau keuntungan yang lebih besar.

Entrepreneur yang unggul harus memiliki (a) karakter (traits) wirausaha: semangat, sikap, kemampuan, dan perilaku; (b) inovasi dan kreatifitas: mencari, menemukan, menemukan peluang, menciptakan, baru, berbeda; (c) kegiatan ekonomi berbasis pelayanan lebih baik, keuntungan lebih besar, balas jasa usaha, nilai tambah; (d) kemandirian: mandiri, usaha sendiri, kepuasan, kebebasan pribadi; (e) Sesuatu yang baru (berbeda): cara kerja, teknologi, pasar, produk, jasa, dan organisasi yang baru; dan (F) resiko: pengambilan resiko, menanggung resiko.

Tantangannya adalah keberlanjutan bisnis. Bisnis yang kuat adalah yang mampu bertahan disetiap situasi.

Untuk menjawab tantangan dan kendala yang dihadapi dalam bisnis harus memiliki pemahaman kompetensi Bisnis yang komprehensif dan SDM.

Silaturahim adalah kunci untuk menjawab seluruh tantangan dan kendala agar bisnis mempu bertahan dan berkelanjutan.

Keunggulan kader PMII di bidang keilmuan/keprofesian dan bidang keorganisasian akan melahirkan konsep komunikasi dan praktisi bisnis yang andal.

Komunikasi yang bagus akan melahirkan kolaborasi dan meciptakan banyak peluang distribusi SDM kader PMII.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved