Prof Marwan Mas Meninggal
Sosok Orang Berjasa Hidup Marwan Mas Hingga Raih Gelar Profesor, Ditinggal sang Ayah Usia 9 Tahun
Baharuddin salah satu orang yang berjasa dalam hidup Prof Marwan Mas hingga meraih gelar guru besar.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOTIRO - Baharuddin salah satu orang yang berjasa dalam hidup Prof Marwan Mas.
Baharuddin merupakan paman dari Prof Marwan Mas.
Semenjak ditinggal ayahnya, Baharuddin, menggantikan peran Mansur orangtua Prof Marwan Mas.
Mansur diketahui berpisah dengan anaknya saat Marwan Mas masih berusia 9 tahun.
Hal itu disampaikan keluarga Prof Marwan Mas, Putri Pandang, Senin (9/3/2023).
Saat itu, Mansur ayah Prof Marwan Mas masuk ke dalam hutan di Bulukumba.
Namun sejak saat itu, Mansur tak pernah lagi kembali.
Tak ada kabarnya sampai sekarang apakah sudah meninggal atau belum.
Selepas ditinggal ayahnya, kini Hj Minang ibu Marwan Mas menjadi tulang punggung keluarga.
Agar Marwan Mas bisa melanjutkan pendidikan, ia dibantu oleh Baharuddin.
Ia ikut membiayai kebutuhan Mars Mas sejak menempuh pendidikan hingga meraih gelar professor.
" Jadi Pak Baharuddin berjuang membantu pendidikan kemanakannya," kata Putri Pandang.
Kenangan Sahabat Prof Marwan Mas
Dunia akademisi Sulsel berduka.
Guru besar hukum pidana Unibos Makassar Prof Marwan Mas meninggal dunia Minggu (5/3/2023) dini hari.
Kabar duka ini sontak mengejutkan akademisi Sulsel.
Prof Marwan Mas dikenal sebagai sosok begitu dekat dengan forum diskusi.
Terutama, dalam keterlibatannya di Forum Dosen.
Koordinator Forum Dosen Adi Suryadi Culla mengenang Prof Marwan sebagai sosok yang lantang dalam berpendapat.
"Beliau itu di forum dosen sering muncul sebagai salah satu anggota kritis. Beliau kalau mengemukakan pandangan objektif dan blak-blakan. Tidak segan mengeluarkan kritik ke teman di Forum Dosen atau sesama aktivis," ujar Adi Suryadi Culla usal melayat di rumah duka.
"Apalagi yang berkaitan penyimpangan dalam tata kelola negara. Pasti dia kritik secara tajam. Pejabat daerah sampai pusat. Pandangan tajam, kritis, objektif dan Blak-blakan," lanjutnya.
Dalam berpendapat, Prof Marwan Mas dinilai sangat berpihak masyarakat menumpas ketidakadilan.
Olehnya, Prof Marwan Mas dicap sebagai intelektual organik.
"Beliau termasuk sebagai intelektual organik itu karena keberpihakan ke masyarakat akan ketidakadilan, kemiskinan," jelas Adi Suryadi Culla
"Itu menunjukkan dia seorang intelektual, tidak hanya ilmuwan. Kalau ilmuwan mungkin hanya melihat dari segi profesionalitas akademik saja dengan perangkat metode ilmiah. Tapi peran sebagai intelektual saat ini begitu sulit ditemukan integritas,konsistensi dan komitmen sosial," sambungnya.
Selama ini, Prof Marwan Mas begitu aktif ikut berdiskusi dengan forum dosen.
Terakhir kali, Prof Marwan ikut diskusi akhir tahun secara daring.
"Beliau itu anggota forum dosen sangat aktif. Terakhir itu, dia ikut di edisi akhir tahun. Saya undang ini, beliau sempat balas alhamdulillah," ujar Adi Suryadi Culla memperlihatkan chat whatsapp pribadinya
"Waktu dialog akhir tahun setelahnya saya kasih undangan forum dosen bareng Andi Suruji tapi beliau sudah tidak sempat hadir," tutupnya
Adi Suryadi Culla pun mengaku dunia pendidikan Sulsel telah kehilangan sosok intelektual sejati.
Eks Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto: Prof Marwan Muara Keteladanan |
![]() |
---|
Djusman AR : Prof Marwan Bukan Hanya Akademisi, Tapi Pegiat Anti Korupsi |
![]() |
---|
Prof Hamdan Juhannis: Prof Marwan Beri Pelajaran Kesederhanaan dan Integritas |
![]() |
---|
Mantan Ketua KPK Abraham Samad: Prof Marwan Mas Sosok yang Sederhana |
![]() |
---|
Prof Marwan Mas Dimata Djusman AR : Beliau Dosen Masyarakat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.