Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Keindonesiaan

Oligarki Ekonomi

Menguatnya oligarki ekonomi dalam politik, telah menimbulkan keprihatinan tentang nasib demokrasi Indonesia yang telah berada dalam bahaya.

Editor: Hasriyani Latif
INFOGRAFIS TRIBUN TIMUR
Anwar Arifin AndiPate guru besar bidang Komunikasi Politik. Anwar Arifin AndiPate penulis Opini Tribun Timur berjudul 'Oligarki Ekonomi'. 

Kekayaan yang sudah menumpuk pada sekelompok kecil orang (oligarki ekonomi) menghasilkan “superkapitalis” yang membuat krisis dan bahaya bagi demokrasi.

Bahkan oligarki ekonomi mampu menundukkan demokrasi, karena menguatnya kompetisi, di dunia bisnis, menjalar juga ke ranah politik.

Kompetisi itu mendorong oligarki ekonomi berupaya keras meraih kekuasaan untuk mengendalikan kebijakan publik untuk kepentingan bisnisnya.

Disinilah demokrasi mengalami bahaya. Demokrasi berbenturan dengan kapitalisme. Artinya kapitalisme mengutamakan dirinya dan meninggalkan demokrasi dalam bahaya.

Tahun 2022, UIE menempatkan demokrasi Indonesia pada pringkat ke-52 dari 167 negara. Kita dibawah Timor Leste yang berada pada posisi ke-46.

Hal itu menggambarkan betapa besar acaman terhadap demokrasi Indonesia (neolib), sehingga sangat bisa terjun menjadi demokrasi beku (frozen democracy). Artinya penerapan demokrasi (neolib) dengan peranan dominan oligarki ekonomi yang tidak menghasilkan perbaikan ekonomi bangsa dan kesejahteraan rakyat.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved