Kukuhkan 3 Guru Besar Baru pada Lingkup FISIP, Rektor Unhas: Semoga Pengembangan SDM Lebih Optimal

Rektor Unhas mengukuhkan tiga jabatan profesor baru pada lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Editor: Content Writer
DOK UNHAS
Foto bersama usai proses pengukuhan tiga guru besar Unhas pada lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (18/01), mulai pukul 09.00 WITA. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Universitas Hasanuddin kembali menggelar Rapat Paripurna Senat Akademik dalam rangka Upacara Penerimaan tiga jabatan profesor pada lingkup Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Upacara Penerimaan Jabatan Professor berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Rabu (18/01), mulai pukul 09.00 WITA.

Proses pengukuhan dihadiri oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik, Dewan Professor, tamu undangan, serta keluarga besar dari tiga profesor yang dikukuhkan.

Adapun tiga profesor yang dikukuhkan masing-masing adalah:

  1. Prof. Nurlinah, profesor dalam bidang Ilmu Pemerintahan. Dikukuhkan sebagai guru besar ke-456.
  2. Prof. Hasbi Marissangan, M.Si., Ph.D., professor dalam bidang Sosiologi Kependudukan dan Kesejahteraan. Dikukuhkan sebagai guru besar ke-457.
  3. Prof. Dr. Suparman Abdullah, M.Si,professor dalam bidang Sosiologi. Dikukuhkan sebagai guru besar ke-458.

Dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Si., mengucapkan selamat kepada tiga profesor yang dikukuhkan.

pengukuhan profesor_

Beliau berharap, bertambahnya guru besar di Unhas akan memberikan dampak pada pengembangan SDM yang semakin berkualitas.

“Kami berharap, para guru besar Unhas yang belum dikukuhkan bisa segera menyelesaikan rangkaian proses untuk bisa dikukuhkan secara resmi. Momentum bertambahnya guru besar Unhas juga menjadi harapan besar bahwa kedepannya berbagai keterlibatan Unhas dalam kehidupan masyarakat bisa semakin optimal melalui ketersediaan sumber daya manusia berkualitas,” jelas Prof. JJ.

Sebelumnya, para guru besar telah menyampaikan pidato penerimaan yang membahas bidang keahlian masing-masing.

Prof. Nurlinah

Dalam pidato penerimaannya, Prof Nurlinah menjelaskan tentang “Memperkuat Pemerintahan Desa Maritim”.

Dirinya menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan untuk memperkuat pemerintahan desa maritim adalah memperkuat mekanisme kelembagaan dan forum kewargaan.

Salah satu cara agar pemerintah desa bekerja lebih baik dengan membangun civic culture (budaya kewarganegaraan ).

Lebih lanjut, Prof. Nurlinah mengatakan civic culture (budaya kewarganegaraan) merupakan forum atau parlemen masyarakat berkaitan dengan sarasehan politik dalam jaringan sosial seperti tetangga, anggota keluarga, dan masyarakat umum yang hadir di lingkungan politik pemerintahan desa.

“Mandeknya partisipasi masyarakat maritim karena gagalnya perangkat desa memberdayakan komunitas tradisional nelayan. Padahal UU Desa telah memberikan pengakuan terhadap keberadaan komunitas tradisional di desa,” jelas Prof. Nurlinah.

Halaman
12
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved