Tersangka Pengadaan Bibit Kakao

Kejari Ungkap Modus Korupsi Pengadaan Bibit Kakao Program READSI Dinas Pertanian Luwu

Kejari Luwu mengungkap modus kasus korupsi pengadaan bibit kakao program READSI Dinas Pertanian.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH SAUKI MAULANA
Kepala Kajari Luwu Andi Usama Harun saat memimpin press release kasus korupsi pengadaan bibit kakao Dinas Pertanian Kabupaten Luwu tahun anggaran 2020 di Kantor Kejari Luwu, Kamis (29/12/2022). Tiga orang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Luwu mengungkap modus kasus korupsi pengadaan bibit kakao program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative' (READSI) Dinas Pertanian Kabupaten Luwu tahun anggaran 2020.

Tiga orang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus ini.

Mereka, yakni Direktur CV Marga Sejahtera berinisial IK, Penangkal bibit kakao berinisial TW, dan PNS Dinas Pertanian berinisial UB.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwu Andi Usama Harun menerangkan dugaan korupsi ketiga tersangka yakni manipulasi pengadaan bibit kakao.

"Dugannya terkait dengan manipulasi. Jadi sertifikasi bibit itu tidak ada. Yang kita pahami bibit itu harus tersertifikasi, sehingga ilegal untuk diedarkan," ujarnya, Kamis (29/12/2022).

"Sehingga ada beberapa dokumen yang dimanipulasi dan tidak sesuai perjanjian kontrak," sambungnya.

Andi Usama menambahkan, program pengadaan bibit kakao tersebut dilakukan di Kelurahan Noling, Kecamatan Bua Ponrang, Kabupaten Luwu.

Andi Usama pun tak menampik jika dimungkinkan adanya penambahan jumlah tersangka soal kasus tersebut.

"Karena hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Kemungkinan ada tersangka baru selain tiga orang ini. Itu kan dinamis berkembang. Ketika dilakukan penyidikan, terus mengarah ke oknum lain bisa saja mengarah ke tersangka baru," bebernya.

Baca juga: Penyidik Polres Palopo Periksa Mantan Kadis Sosial Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Covid-19

Baca juga: Tersangka Korupsi Dana Dinkes Parepare Dituntut Lima Tahun Penjara dan Denda Rp 2 Miliar

Andi Usama menambahkan pihaknya juga sedang melakukan pemeriksaan ke kepala Dinas Pertanian serta KPA terkait.

"Terkait dengan kepala dinas terkait beserta KPA, sementara kita melakukan penyidikan. Fakta-fakta baru ini masih bisa berkembang," tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Sauki Maulana

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved