Opini Tribun Timur
Catatan di Kaki Langit: Capres Wakil Seperempat Miliar Manusia Indonesia
Media sosial telah berubah menjadi panggung kampanye. Padahal, pemilu masih tiga belas bulan.
Toh, bukan tidak ada pengalaman, tokoh yang terpilih menjadi kepala pemerintahan dari hasil survei, setelah memerintah, dicemooh oleh rakyat yang memilihnya.
Maka parpol, politisi, dan akademisi yang bergeming, tidak tergerak untuk ikut ramai dengan hiruk pikuk deklarasi dan poros-poros koalisi, adalah mereka yang konsisten dengan tata aturan dan tata krama politik pemilu.
Mereka akan ikut pemilu pada waktunya.
Mereka juga tidak akan mencemooh hasil pemilu. Alasannya jelas, mereka merdeka dari poros-poros dan koalisi-koalisi politik. Mereka merdeka di kamar pencoblosan (pemberian suara) pada pemilu 2024.
Mereka ini memiliki harapan agar pada masa datang, capres tidak lahir dari daftar nama yang disusun, lalu disurvei.
Mereka juga berharap, pers sanggup membuka perspektif baru bagi munculnya capres-capres bukan semata dari daftar nama yang disusun, lalu disurvei.
Tapi, nama-nama dari wakil sesungguhnya dari seperempat miliar rakyat Indonesia. Masih banyak waktu untuk kita berpikir!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-m-qasim-mathar-21082018_20180821_235633.jpg)