Lurah di Makassar Diduga Pungli ke Perusahaan Telekomunikasi, Danny Pomanto Sebut Desember Mutasi 

Diluar wewenangnya, oknum lurah tersebut memberi izin penggalian dan pemasangan kabel fiber optik.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
Tribun Timur/Siti Aminah
Wali Kota Makassar Danny Pomanto 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nasib salah satu lurah di Kota Makassar diujung tanduk.

Ia ketahuan melalukan pungutan liar kepada perusahaan telekomunikasi atau provider.

Diluar wewenangnya, oknum lurah tersebut memberi izin penggalian dan pemasangan kabel fiber optik.

Tarif pungli yang ditarik bahkan mencapai Rp75 juta.

Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengatakan, Pemkot Makassar terus menelusuri dugaan pungli tersebut.

Bahkan yang bersangkutan telah diperiksa oleh Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

"Lurah soal tower itu sudah diusut, termasuk yang pungli Rp75 juta sudah diperiksa inspektorat," ungkap Danny Pomanto kepada awak media di Kantor Balai Kota Makassar, Jl Ahmad Yani, Senin (28/11/2022).

Hasil pemeriksaan kata Danny, lurah bersangkutan menyeret delapan RT/RW terlibat dalam pungli tersebut.

Karenanya, RT/RW yang disebut namanya ikut diperiksa oleh Inspektorat.

"Dia (lurah) tuduh ada beberapa RT/RW yang bagikan uangnya, ada 8 RT/RW (disebut), sudah dipanggil, kita lakukan penyelidikan," ujar Danny.

Jika terbukti terlibat mereka akan menerima konsekuensi dari perbuatannya, mereka akan diberhentikan.

"Kalau terbukti pasti saya berhentikan," tegasnya.

Danny menyampaikan, dalam waktu dekat ia akan melakukan mutasi besar-besaran.

Mulai dari kalangan lurah, camat, hingga pejabat eselon II atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved