Pilpres 2024
Capres Nahdlatul Ulama, Elektabilitas Khofifah Indar Parawansa Lebih Tinggi Dibanding Cak Imin
Elektabilitas Khofifah Indar Parawansa mengalahkan Muhaimin Iskandar pada Survei dan Polling Indonesia (SPIN) dilakuan 7-16 Oktober 2022.
TRIBUN-TIMUR.COM - Elektabilitas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengalahkan Muhaimin Iskandar pada Survei dan Polling Indonesia (SPIN).
Khofifah Indar Parawansa dan Muhaimin Iskandar sama-sama tokoh Nahdlatul Ulama ( NU ).
Hasil survei SPIN, Khofifah Indar Parawansa, berada pada posisi keenam dengan persentase 4,2 persen.
Baca juga: Muhaimin Iskandar Mulai Ganggu Anies Baswedan, Ajak PKS Gabung Koalisi Gerindra dan PKB
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Bicara Soal Kepemimpinan Kewirausahaan di Depan ASN Sulsel
Sementara Muhaimin Iskandar berada diurutan kedelapan dengan persentase 2,6 persen.
Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara mengatakan, survei dilakukan untuk mengukur seperti apa situasi konstelasi politik pasca deklarasi pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem.
Hasil survei SPIN, elektabilitas tertinggi ditempati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan persentase 31,6 persen.
"Prabowo di samping bertengger diposisi puncak elektabilitas, ia juga justru memperoleh peningkatan perolehan dukungan di angka 31,6 persen" kata Igor dalam rilis surveinya, Senin (24/10/2022).
Sementara Ganjar Pranowo mendapatkan persentase 19,3 persen.
Anies Baswedan yang telah dideklarasikan Nasdem berada posisi ketiga 11,5 persen.
Survei tersebut diselenggarakan oleh SPIN dalam kurun waktu 7-16 Oktober 2022 di 34 Provinsi di Indonesia dengan melibatkan 1.230 responden.
Metode yang dipakai adalah multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data interview dengan bantuan kuesioner.
Survei ini memiliki skor Margin of Error (MoE) +/- 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.
Berikut tingkat elektabilitas 18 tokoh nasional dalam bursa Pilpres 2024 berdasarkan survei yang dilakukan SPIN:
1. Prabowo Subianto : 31,6 persen
2. Ganjar Pranowo : 19,3 persen