Pilpres 2024
Muhaimin Iskandar Mulai 'Ganggu' Anies Baswedan, Ajak PKS Gabung Koalisi Gerindra dan PKB
Muhaimin Iskandar mengajak PKS bergabung koalisi PKB - Gerindra jelang Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2024.
TRIBUN-TIMUR.COM - Koalisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) dan Gerindra, akan membentuk koalisi gemuk menghadapi Pemilihan Presiden ( Pilpres ) 2024.
Koalisi PKB - Gerindra kemungkinan akan mengusung Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berharap Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) bergabung koalisi PKB - Gerindra.
Baca juga: Penyebab PKB - Gerindra Belum Deklarasikan Prabowo dan Muhaimin Iskandar Capres dan Cawapres
Baca juga: Prabowo Subianto Sempat Pikir-pikir Tidak Maju Capres 2024, Usia Jadi Alasan
"Belum tahu, terus kita pendekatan. Saya berharap PKS bisa masuk," ujar Muhaimin Iskandar di sela-sela peringatan Hari Santri Nasional di Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022).
Sebelum PKS, Muhaimin Iskandar telah melakukan lobi politik terhadap PDIP.
Muhaimin Iskandar kala itu menemui Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
"Kita terus melakukan lobi-lobi dengan partai lain supaya anggota koalisi kita semakin banyak," ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengungkapkan perkembangan terkini koalisi PKB-Gerindra.
Koalisi PKB-Gerindra, kini tengah menunggu Sekretariat Bersama (Sekber) diresmikan.
Adapun Sekber akan digunakan sebagai tempat konsolidasi koalisi PKB - Gerindra menuju 2024.
"Sekretariat bersama sedang menunggu siap betul untuk kita resmikan dalam waktu dekat," tutur Wakil Ketua DPR itu.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengeklaim, telah terjadi kesepakatan atau komitmen di koalisi PKB-Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon (paslon) pada Pilpres 2024.
Jazilul mengatakan, keputusan itu hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan.
"Iya sebenarnya sudah fiks, tinggal nunggu hari baik saja hitung-hitungan supaya enak," kata Jazilul ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).
Anggota Komisi III DPR itu mengungkapkan, deklarasi duet Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.