Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Harga BBM Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia - Abu Janda Sentil Pertamina, Erick Thohir, dan Ahok

Abu Janda bandingkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dengan BBM di SPBU Vivo dan BBM di Malaysia. Sentil Pertamina, Erick Thohir, dan Ahok

Editor: Sakinah Sudin
Instagram @permadiaktivis2
Abu Janda - Harga BBM Indonesia Lebih Mahal dari Malaysia - Abu Janda Sentil Pertamina, Erick Thohir, dan Ahok 

Ia pun mengklaim, harga bensin di Indonesia masih lebih rendah ketimbang sejumlah negara Asia Tenggara lain.

3. Versi Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut harga Pertalite seharusnya Rp 14.450 per liter berdasarkan harga keekonomiannya.

Namun, SPBU Pertamina masih menjual BBM RON 90 ini dengan harga jauh di bawahnya, yaitu Rp 7.650 per liter.

"Harga Pertalite sekarang ini, rakyat setiap liternya mendapatkan subsidi 53 persen atau Rp 6.800 setiap liter yang dibeli," ujar Sri dalam konferensi pers, dilansir dari Antara (26/8/2022).

Angka tersebut ia dapat dengan mengasumsikan harga Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 105 dollar AS per barel dan nilai tukar rupiah Rp 14.700 per dollar AS.

Sementara itu, harga jual Solar dan Pertamax juga dinilai masih jauh dibanding harga keekonomiannya.

Sri Mulyani mengungkapkan, harga Solar saat ini sebesar Rp 5.150 per liter, sedangkan harga aslinya sudah mencapai Rp 13.950 per liter.

Adapun Pertamax, seharusnya dibanderol seharga Rp 17.300 per liter jika mengikuti nilai keekonomiannya.

Namun, pemerintah masih menahan harga jual eceran BBM RON 92 ini hingga harganya pun hanya Rp 12.500 per liter.

4. Versi Arifin Tasrif

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, saat ini harga keekonomian Pertalite mencapai Rp 17.200 per liter.

Besaran ini jauh melampaui harga jual Pertalite saat ini yang dipatok sebesar Rp 7.650 per liter.

Kondisi ini, ujar dia, memberikan tekanan pada APBN pemerintah lantaran harus menggelontorkan subsidi besar untuk BBM subsidi.

"Jadi ini yang dihadapi pemerintah. Pemerintah berusaha menahan, tapi sejauh mana bisa ditahan," kata Arifin di Kantor Kementerian ESDM, seperti diberitakan Kontan (26/8/2022).

(Tribun-Timur.com/ Sakinah Sudin, Kompas.com/ Diva Lufiana Putri)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved