Opini Muh Iqbal Latief
Partai Golkar Sulsel, Lakekomae?
Masih ingat sebuah sajak karya penyair Aspar Paturusi tahun 1990 yang berjudul “Lakekomae”? Ini istilah Bahasa Makassar.
Lumbung Suara Golkar
Fakta dan data mengenai kinerja Partai Golkar di Sulsel dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, adalah sebuah ironi.
Karena selama ini Sulsel telah menjadi lumbung suara Golkar terbesar di Kawasan timur Indonesia, bahkan menjadi barometer kemenangan Golkar di luar pulau Jawa, Apalagi dengan melihat potensi kekuatan di Sulsel, rasanya sulit membayangkan jika perolehan suara partai beringin rindang ini selalu menurun.
Saat ini di Sulsel, Golkar memiliki 11 kepala daerah dan 8 wakil kepala daerah.
Posisi kedua Nasdem dengan 5 kepala daerah dan 7 wakil kepala daerah.
Kemudian Gerindra ada 3 kepala daerah, PAN 2 kepala daerah dan 1 wakil kepala daerah.
Demokrat dan Gelora masing-masing 1 kepala daerah. (data rilis 2021).
Adanya perseteruan internal di tubuh Golkar Sulsel, akan membuat makin rumit performance di mata publik.
Padahal figur-figur Golkar masih banyak yang mumpuni, misalnya saja Andi Fahsar Mahdin Pajalangi, Adnan Purichta Ichsan, Indah Putri Indriani, Usman Marham, Muslimin Bando, Basli Ali, Nasran Mone dan masih banyak yang lain.
Karena itu, menghadapi Pemilu 2024, Golkar Sulsel harus berbenah lebih ekstra lagi.
Konsolidasi kepengurusan, penyusunan calon anggota legislatif (caleg) berbasis masukan konstituen dan kurangi Oligarki kekuasaan.
Paling terakhir, para dewan penasehat dan dewan Pembina, harus turun gelanggang membenahi konflik internal dan menyolidkan kembali kepengurusan Golkar Sulsel.
Tentu Golkar Sulsel, tidak ingin kehilangan momentum memenangkan Pemilu 2024, dan pasti tidak ingin ditanya Lakekomae?. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/logo-tribun-timur-1-2102021.jpg)