Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Muh Akbar

Pohon Pisang di Antang

Dalam praktik berdemokrasi, kreativitas dalam mendedahkan pendapat bukan lah agenda yang utama. Cenderung dianggap tidak terlalu penting.

TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA
Warga Antang Raya menanam pohon pisang di tengah jalan, Senin (23/5/2022). Aksi ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tak kunjung memperbaiki jalan di Antang.Terdapat tulisan "Kurangi Kecepatan, Jalan berlubang rawan jatuh. Kapan diperbaiki". TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Oleh: Muh Akbar
Mahasiswa Sosiologi Universitas Hasanuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dalam praktik berdemokrasi, kreativitas dalam mendedahkan pendapat bukan lah agenda yang utama, bahkan cenderung dianggap tidak terlalu penting.

Tapi, untuk masa sekarang tampaknya menarik atensi di gelanggang demokrasi dalam balutan arus informasi cepat mesti diperlukan.

Orang-orang yang berada dalam arena demokrasi kemudian berlomba-lomba mendedah pandangan mereka entah itu atas sebuah keresahan, fenomena, maupun isu secara kreatif dengan memaksimalkan ide, mengikuti tren, maupun mengandalkan seperangkat humor seperti meme.

Tujuannya cukup sederhana, supaya wacana tersebut dapat tersebar ke khalayak umum, syukur-syukur ditengok pemerintah, sujud syukur kalau ditanggapi.

Dan hal semacam diatas lah yang kiranya juga terjadi di Antang. Ketika masyarakat di sana mencoba menyuarakan isu dengan cara yang lain.

Awal mula tumbuhnya Pohon

Sebagai salah satu kawasan dengan mobilitas penduduk cukup tinggi di Kota Makassar, Antang tengah mendaulat wilayahnya sebagai nadi vital kehidupan urban, dan tidak berlebihan bila memang hal tersebut disematkan pada Antang.

Sebab utamanya karena disana terdapat jalan yang menghubungkan Kota ini dengan Kabupaten atau wilayah penting lainnya yang ada di Sulawesi Selatan.

Syahdan, dengan keberadaan Jalan tersebut, berbagai kepentingan warga kemudian dapat terfasilitasi baik dalam berbagai dimensi baik itu untuk segi ekonomi, sosial, maupun politik.

Berkat Jalan

Tapi beberapa tahun belakangan, Jalan di Antang, agaknya tidak lagi memberikan kenyamanan tersendiri bagi para penikmatnya.

Apabila para pembaca memiliki waktu luang untuk melewati Antang, penulis menyarankan untuk ekstra hati-hati sebab beberapa ruas Jalan tampak mengalami kerusakan yang cukup parah, dan korban akibat kerusakan jalan sudah ada dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah.

Selain itu, penulis juga menyarankan sesekali untuk memperhatikan kondisi Jalan di sana, selain demi keselamatan, Kemungkinan, kalian akan menemukan fenomena pendedahan pandangan atau mungkin bentuk perlawanan halus warga Antang. Yap, kalian akan menemukan pohon Pisang tumbuh sehat di tengah Jalan Provinsi itu.

Dari Cor sampai Pohon Pisang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved