Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Tasawuf Solusi Pandemik dan Perang

Dunia sudah dilanda krisis sebelum pandemik virus korona. Kehadirannya di tahun 2019 yang belum hilang hingga di tahun 2022 ini.

Editor: Sudirman
Supratman Supa Athana
Supratman Supa Athana, Pengajar Kajian Timur Tengah, Departemen Sastra Asia Barat FIB-UH 

Supratman Supa Atha’na

Sekretaris Bidang Hubungan Internasional IKA Unhas Periode 2022-2026/Dosen Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas

Dunia sudah dilanda krisis sebelum pandemik virus korona. Kehadirannya di tahun 2019 yang belum hilang hingga di tahun 2022 ini, tentu saja menambah beban krisis dunia. Semakin parah dengan meletusnya perang Rusia - Ukraina.

Belum ada kesimpulan pasti tentang penyebab kehadiran virus korona. Ada dua pendapat yang berseliweran selama ini.

Pertama, virus korona ditengarai sebagai sebuah rekayasa dari ideologi konspirasi. Kedua, virus korona diyakini sebagai sebuah proses mutasi alamiah.

Hal yang sama adanya friksi yang tajam tentang penyebab perang Rusia - Ukraina.

Ada anggapan bahwa itu adalah invasi imperealisasi Rusia yang didorong oleh libido kekuasaan di satu sisi, dan sisi lainnya adalah sebagai tindakan penyelamatan Rusia atas aktivitas intelijen yang digerakkan atas nama ideologi konspirasi dunia yang berpusat di Ukraina.

Aktivitas intelijen itu, bagi pihak Rusia, mengancam posisi dan kedaulatan negara Rusia.

Silang pendapat pro-kontra terus merembes ke seluruh lapisan masyarkat hingga ke akar rumput yang kemudian melahirkan keterbelahan masyarakat secara ekstrim.

Lahirlah sikap antipati terhadap pihak yang berseberangan dan dianggap sebagai musuh.

Cara berpikir yang selalu menghadap-hadapkan dua pandangan untuk menyalahkan dan menafikan yang lain adalah wujud dari skenario ‘benturan peradaban’ ala Hungtinton yang menjadi fondasi pemikiran hegemoni dan kapitalisme global.

Ciri lain dari ‘benturan peradaban’ adalah menafikan ruang bagi adanya pemikiran alternatif.

Modus berikutnya dari ‘benturan peradaban’ adalah hanya mengganti label dari setiap gerakannya yang baru tetapi substansinya tetap sama.

Untuk sekarang ini dikenal dengan Neo Liberal. Namun liberal dalam pengertian hegemoni dan kapitalisme global adalah kebebasan tanpa batas bagi penguasa untuk melakukan apa saja.

Ia bebas bergerak di mana saja untuk tujuan intervensi baik secara geografis, budaya maupun pemikiran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved