Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Tasawuf Solusi Pandemik dan Perang

Dunia sudah dilanda krisis sebelum pandemik virus korona. Kehadirannya di tahun 2019 yang belum hilang hingga di tahun 2022 ini.

Editor: Sudirman
Supratman Supa Athana
Supratman Supa Athana, Pengajar Kajian Timur Tengah, Departemen Sastra Asia Barat FIB-UH 

Puncak kesempurnaan jalan tasawuf adalah pengabdian dan pengkhidmatan kepada seluruh umat manusia dan seliruh isi alam raya.

Sedemikian itu maka tidak berlebihan bila gerakan dan ajaran tasawuf diyakini dapat menjadi penangkal efektif atas pandemik dan juga peperangan serta gerakan ektrimisme yang melanda dunia.

Gerakan tasawuf menyebabkan kesadaran sosial dan kerjasama yang tinggi di mana pandemik harus dihadapi secara kolektif dan tidak bisa sendirian.

Gerakan tasawuf mewujudkan konvergensi antara agama-agama ilahi dan menciptakan kohesi serta koherensi antar mazhab dalam Islam.

Cara untuk mencegah eksklusivitas, ekstremitas, ego diri dan kelompok serta menghindari perang adalah dengan memperkenalkan dimensi spiritual dan moral agama secara persuasif, simpatik, ilmiah, terutama melalui cara pemikiran filosofis dan tasawuf.

Alasan strategis menghadirkan tasawuf sebagai solusi atas multi-krisis yang melanda dunia hari ini karena agama memainkan peran penting dalam semua bidang kehidupan sosial manusia.

Muslim, Kristen, Yahudi, Budha, Hindu dan lain-lain memainkan peran penting dalam hubungan internasional, ekonomi, budaya, seni, dan media massa. Para pemimpin agama, tentu saja, baik secara terbuka maupun terselubung, memainkan peran penting dalam politik dunia.

Fenomena itu bukan untuk mengingkari bahwa hari ini yang dikenal sebagai periode pasca-industri dan postmodern di mana imperialisasi kapitalisme Barat beserta filsafat materialis masih bertengger kuat dalam pemikiran umat manusia.

Dengan pendekatan tasawuf maka wajah agama yang ramah dan peran agama sebagai jalan meraih kebahagian dan kemenangan di dunia dan akhirat dikembalikan.

Selain itu, tasawuf juga dikenal pada semua agama dan kepercayaan. alam filsafat dikenal dengan ‘perennial’.Sebuah filsafat keabadian. Penekanan pada pesan dasar keagamaanberupa; Keadilan, Moralitas, Perdamaian, Cinta Kasih.

Tasawud dengan penekanan dimensi spiritual dan moral adalah sebuah kekuatan besar untuk melawan ekstremisme agama dan imperalis kapitalis dan materialis yang merupakan ancaman serius bagi masa depan budaya, perdamaian, dan keamanan di dunia.

Pengalaman para wali sanga dapat menjadi model diplomasi budaya dan interaksi spiritual antara pemimpin agama dan penguasa wilayah (kerajaan) untuk mengintegrasikan masyarakat secara damai.

Para wali sanga dalam menjalankan misi agama dan kemanusian sama sekali jauh dari amarah, persekusi, kekerasan dan paksaan.

Mereka menjalankan metode tasawuf Islam mengajak manusia kepada spiritualitas positif, cinta kasih, perdamaian, persaudaraan, dialog, toleransi, kerukunan warga masyarakat.

Dengan metode itu maka agama, politik, seni budaya dan juga interaksi perdagangan yang berlangsung pada masa kehidupan mereka berlangsung dengan semangat persaudaraan, penuh welas kasih dan saling hormat menghormati.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved