Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Syahrul Yasin Limpo Jadi Profesor

Prof Syahrul dan Kiprah Politik Trah Yasin Limpo

Keluarga politisi yang lain, kalau pun ada yang berkarier di politik, tidak sepenuhnya, alias mencabang dengan bidang yang lain: pengusaha misalnya.

Editor: AS Kambie
Dok Pribadi
Mulawarman 

Oleh: Mulawarman
Jurnalis/Penulis Buku/Alumnus Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Era demokrasi elektoral memberikan kesempatan bagi siapa saja menjadi pemimpin politik.

Siapapun Anda dan apapun latar belakangnya, bila rakyat percaya dan menghendaki, maka Anda akan bisa memimpin. Karena kepercayaan rakyat sebagai penentunya.

Dalam lebih 20 tahun pasca reformasi, politik Sulsel memberikan gambaran yang khas bagaimana kepercayaan politik itu terus terjaga, khususnya pada Prof Syahrul Yasin Limpo dan keluarganya.

Dari kedudukan keluarganya ada yang sebagai Bupati, Gubernur, DPRD, hingga DPR RI.

Efek negatifnya, sebagian kecil ada yang menyebut keluarga besarnya sebagai dinasti politik.

Terkait ini, Prof Syahrul sendiri pernah menanggapi saat ditanya wartawan, “Rakyat punya pilihan, jika dalam pemilihan kepala daerah atau legislatif rakyat memilih trah Limpo, hal itu disebabkan kerabatnya adalah pekerja keras yang berpengalaman dan jujur. Mereka telah mendedikasikan hidup mereka untuk rakyat, dan sejauh ini rekam jejak kami baik."

Boleh jadi  Prof Syahrul satu-satunya representasi keluarga politisi di Sulsel yang kukuh dan berkelanjutan hingga kini.

Baik dari keluarga Prof Syahrul sendiri maupun dari garis keturunan orangtuanya, Yasin Limpo, banyak yang mengabdi di jalur politik.

Keluarga politisi yang lain, kalau pun ada yang berkarier di politik, tidak sepenuhnya, alias mencabang dengan bidang yang lain: pengusaha misalnya.

Demikian juga, jikalau ada tokoh yang berkarier di politik, mereka terancam kehilangan generasinya, alias tidak ada pelanjutnya.

Dalam pengertian, generasi yang concern di politik, baik dari segi jabatan struktural maupun kultural di politik.

Di sinilah keunikan Prof Syahrul.

Dia tumbuh di lingkungan keluarga, yang bukan hanya concern pada bidang politik, namun juga memiliki pelanjutnya yang siap, untuk meneruskan estapet kepemimpinan dari garis keluarganya.

Meski di waktu tertentu boleh jadi Prof Syahrul tidak akan lagi duduk di kursi kepemimpinan, namun spirit dan legacy-nya bisa tetap terjaga melalui pemimpin-pemimpin baru yang lahir dari keluarga politik Yasin Limpo.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Ayo, ke Timur

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved