Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Syahrul Yasin Limpo Jadi Profesor

Prof Syahrul dan Kiprah Politik Trah Yasin Limpo

Keluarga politisi yang lain, kalau pun ada yang berkarier di politik, tidak sepenuhnya, alias mencabang dengan bidang yang lain: pengusaha misalnya.

Tayang:
Editor: AS Kambie
Dok Pribadi
Mulawarman 

Kesemuanya itu membuktikan buah dari kedekatan leadershipnya dengan rakyat. Karena kalau saja dia hanya memanfaatkan nama besar keluarga, boleh jadi tidak akan mampu meningkatkan dukungan hingga separoh di atasnya pada Pilgub periode kedua.

Karena tidak sedikit cerita mengenai dinasti politik tertentu yang berlomba di Pilkada, nyatanya hanya menjadi penggembira. Jangankan memimpin lagi, terpilih saja tidak.

Sebaliknya, Prof Syahrul membuktikan dengan kinerja dan kedekatannya dengan rakyat. Karena kinerja dan sifatnya yang merakyat itulah yang menjadi standar penilaian pemimpin di era demokrasi.

Terbukti, sebuah lembaga survei nasional, Poltracking Indonesia, pernah melakukan survey di masa kepemimpinan SYL di periode kedua.

Dari Survei yang dilakukan pada Mei 2017, kepuasan masyarakat terhadap kinerja SYL ada ditingkat yang sangat baik dengan angka yang menyentuh hampir 70%, yakni sebesar 69,46%.

Trah keluarga politik di sisi lain. Akan tetapi kapasitas dan pengalaman SYL mampu membuktikan kepemimpinanya sendiri.

Jejak Sang Komandan

Kapasitas dan pengalaman itu ditempa melalui proses yang panjang. Baik di jalur akademik, birokrasi, maupun jalur organisasi politik.

Antara lain pendidikannya diselesaikan mulai dari sekolah dasar dari SD Negeri Mangkura Makassar tahun 1967.

Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 6 Makassar 1970, dan tingkat menengahnya di SMA Katolik Cendrawasih Ujung Pandang pada tahun 1973.

Sejak remaja, lelaki kelahiran Ngawing, Makassar 15 Maret 1955 ini tertarik dengan ilmu hukum dan administrasi negara.

Karenanya pendidikan sarjananya diselesaikan dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Latar belakang pekerjaannya yang concern pada pengaturan negara, membuatnya tertantang untuk pendidikan tingkat magister di Pascasarjana LAN (Lembaga Administrasi Negara) pada tahun 1999.

Kemudian, untuk melengkapi kemampuan akademiknya di bidang hukum dia juga tetap menempuh studi tingkat magister ilmu Hukum di Unhas pada tahun 1998. Bahkan di bidang ini, dia tetap melanjutkan hingga jenjang tertinggi akademik, yakni sebagai Doktor Ilmu Hukum pada universitas yang sama, Unhas pada tahun 2008.

Dalam disertasinya, dia menulis mengenai praktik pengelolaan pemerintahan yang baik. Judulnya “Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance dalam Pengawasan Fungsional pada Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.”

SYL yang saat studi tengah menjabat sebagai Gubernur Sulsel di periode pertama, menggambarkan bagaimana prinsip seperti: 1) partisipasi, (2) kepastian hukum, (3) transparansi, (4) tanggung jawab, (5) berorientasi pada kesepakatan, (6) keadilan, (7) efektifitas dan efesiensi, (8) akuntabilitas, (9) visi strategik, diterapkan dalam pemerintahan di Sulsel.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved