Syahrul Yasin Limpo Jadi Profesor
Prof Syahrul dan Kiprah Politik Trah Yasin Limpo
Keluarga politisi yang lain, kalau pun ada yang berkarier di politik, tidak sepenuhnya, alias mencabang dengan bidang yang lain: pengusaha misalnya.
Yasin Limpo, dialah trah pertama yang meletakan garis keturunan keluarga politik itu.
Ayah Prof Syahrul, Yasin Limpo, menikah dengan Hj Nurhayati dari Sidrap.
Yasin Limpo merupakan salah satu tokoh pejuang Angkatan 45, dengan pangkat terakhir sebagai kolonel.
Selain purnawirawan, ayahnya juga dikenal sebagai politisi dengan berpengalaman di partai menjadi orang yang pertama mendeklarasikan Golkar Sulsel; dan di pemerintahan pernah menjadi Bupati Maros dan Gowa. Ia meninggal pada Agustus 2009 lalu di usia 85 tahun karena kanker prostat.
Sementara Nurhayati, juga pernah menjadi aktivis partai Golkar dan terpilih sebagai anggota DPR RI.
Pasangan Yasin Limpo-Nurhayati dikaruniai 7 putra dan putri, yang semuanya pernah berpengalaman memegang sejumlah jabatan politik yang cukup penting di Sulsel maupun nasional, mulai dari Bupati, Gubernur, DPRD Kabupaten/kota, dan Provinsi, DPR RI, dan kini Prof Syahrul sebagai Menteri Pertanian RI periode 2019-2024.
Terlahir dari trah keluarga politisi bagaimana pun memberikan kelebihan tersendiri bagi SYL.
Karena tidak ada yang bisa memilih jalan takdirnya sendiri. Kapan dan dari siapa dia terlahir. Namun selebihnya, tentu saja, berkat upaya dan usahanya yang kemudian diuji oleh publik.
Sejauhmana dia mampu membuktikan pengalaman dan kapasitasnya sebagai pemimpin politik.
SYL selama kurang lebih 42 tahun berkiprah, nyatanya mampu meyakinkan publik atas kemampuan leadershipnya yang khas, di tengah bayang-bayang kredibilitas dinastinya. Sebaliknya, dia tumbuh dengan karakter kepemimpinannya sendiri, seiring dengan peluang dan tantangannya yang berbeda dengan para pendahulunya.
Leadership Prof Syahrul dibangun di tengah era demokrasi Sulsel yang mulai meruah. Satu era di mana seorang Pemimpin dipilih secara langsung oleh rakyatnya.
Tidak lagi dipilih oleh legislatif, tapi oleh rakyat langsung melalui Pilkada.
Karenanya, ciri pemimpin yang lahir di era ini adalah mereka dengan karakternya yang merakyat, memiliki kompetensi yang adaptif, serta mampu hadir memberikan solusi setiap permasalahan rakyat.
SYL relatif sukses menghadirkan tiga karakter itu, sehingga tidak berlebihan bila dia merupakan gubernur Sulsel pertama yang dipilih langsung oleh rakyatnya di Pilgub Sulsel 2007.
Meraih suara 39,53%. Kemudian di Pilgub 2013, sebagai inkumbent dia pun berhasil menaikan dukungan rakyat hingga separo lebih suara pemilih, yakni 52,42%, dari total pemilih sebanyak 6.279.350 suara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/salah-satu-senior-kahmi-mulawarman-3082021.jpg)