Sejarah Becak Makassar
Daeng Tawang & Daeng Nompo: Akhir Sejarah Becak di Selatan Kota Makassar
"Saya bawa becak saat masih ada bemo, umur 14 tahun," kata Tawang merujuk awal mula dia menggayuh becak akhir dekade 1970-an.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Saldy Irawan
Namun, sejak bawa bentor, selalumi dipijat dan mengeluh sakit. "Selalumi addureke na kunraring (selalumi mengeluh juga)."
Di Makassar, angkutan berdoda tiga dimulai sebelum kemerdekaan, awal dekade 1940-an.
Mengutip dokumen Japan Sulawesi Net, yang diunggah sejarahwan Abbas Daming di akun fanspage facebook 'Pecinta Sejarah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat', terungkap becak mulai dirakit di Makassar tahun 1944.
Abbas menulis, "Tiga roda atau becak Diciptakan oleh Tuan Shukichi Tako, (51 tahun). Ia, dari desa Ukui, prefektur Wakayama, Jepang) seorang pedagang sepeda di sekitar Jalan Sulawesi, Makassar.
"Diceritakan kala itu, para diler sepeda Makassar merakit dan menjual suku cadang sepeda yang diimpor dari pabrikan Jepang, sehingga tampaknya mudah untuk mengubahnya menjadi Becak."
Sudjar Adityadjaja (51), seorang arsitek dan pecinta sejarah Makassar, menyebut bahwa Becak Makassar diciptakan pada tahun 1937, dengan mengubah becak roti menjadi becak penumpang.
Tokoh masyarakat Sulsel, Andi Karim Beso Manggabarani (71), juga membenarkan becak sudah masuk di Makassar sejak era 1930-an.
"Saya kira betul itu karena pernah saya lihat foto becak model kotak pasa waktu itu walikota Eeiydemen sebelum Jepang mendarat berarti oranf Belanda yang ciptakan," kata Andi Beso.
Di fanspage itu juga diceritakan model becak sederhana juga sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.
DI Majene, kota tua Mandar di Sulawesi Barat, becak disebut dengan nama RIKSHAW. Ini tahun 1911.
"Rikshaw atau angkong atau becak yang ditarik satu orang dengan penumpang biasanya dua orang adapula di Majene tahun 1911, namun bentuknya mini dan digunakan oleh orang Bule di Majene mungkin untuk permainan anak-anak mereka disana."
Dokumen ini diperoleh Abbas Daming dari Belanda, Wereldculturen, Nationaal Museum van Wereldculturen (NMVW) (transl. National Museum of World Cultures).(*)