Opini Tribun Timur
Isra Mi'raj Menjaga Kemuliaan Masjid Al-Aqsha
Pada bulan ini, diyakini bahwa pada tanggal 27 Rajab terjadi peristiwa penting dalam sejarah perjalanan Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir
Sebab, berada di bawah kekuasaan Bangsa Israil, sehingga untuk mengembalikan fungsi utama sebagai tempat beribadah umat Islam, sungguh tidak mudah.
Bentrokan demi bentrokan menjadi suguhan harian dunia internasional akibat kekejaman Israil terhadap pengunjung Al-Aqsha.
Pada saat yang sama, umat Islam di seluruh dunia yang jumlahnya mencapai dua miliar orang belum terlihat menyatu dalam membela Al-Aqsha.
Sebagai perbandingan, dana bantuan orang-orang Yahudi yang berdomisili di luar Israil setiap tahun mencapai 2 miliar dollar.
Padahal jumlah orang Yahudi yang domisili di luar Israil dan tersebar di seluruh dunia, khususnya di Amerika hahya berkisar 14 juta jiwa, lebih ramai penduduk Jakarta.
Sementara, orang Islam yang jumlahnya mencapai 2 miliar itu, bantuannya pertahun untuk donasi ke Palestina hanya berkisar 300 juta dollar.
Maka, wajar saja jika Masjid Al-Aqsha hingga saat ini masih tertawan oleh Israil, dan belum ada satu kuasaan manusia dan negara mana pun yang bisa menundukkan Israil.
Jumlah orang Islam terlihat memang banyak secara kuantitas, tapi tidak diiringi dengan kualitas.
Hampir semua lini dalam hidup ini, telah diikat, dikuasai, dan dipengaruhi oleh Yahudi.
Orang-orang Arab saja, yang tinggal di sekitar Israil berjumlah 24 negara dengan estimasi jumlah penduduk mencapai 330 juta.
Bahkan negara-negara Arab Islam seperti Qatar dan Dubai menjadi negara dengan kemajuan paling pesat dalam pembangunan infrastuktur, ekonomi, pariwisata, militer hingga olahraga.
Bahkan Qatar akan menjadi tuan rumah piala dunia 2023.
Para pemuda Arab, saat ini, lebih tertarik membicarakan sepak bola, penguasa klasemen liga Inggris, Manchester City dimana pemilikinya adalah Syaikh Mansour dari Uni Emirat Arab.
Atau Paris Saint-Germaint (PSG) yang dibeli oleh Nasser Al-Khelaifi.
Bahkan saat ini Newcastle United juga sudah dibeli oleh Pangeran Muhammad Bin Salman dari Arab Saudi, Khadimul Haramayn, Pelayan Dua Kota Suci: Makkah dan Madinah.