Opini Tribun Timur
Pengelolaan Sampah di Kota Makassar
Pengelolaan sampah adalah upaya untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan kepada lingkungan hidup.
Menurut kementerian lingkungan hidup dan kehutanan tahun 2020, komposisi sampah nasional didominasi dari aktivitas rumah tangga, posisi kedua pasar tradisional dan ketiga kawasan industri.
Produksi sampah rumah tangga, terutama kawasan perkotaan tentunya akan meningkat tiap tahun.
Pertambahan jumlah penduduk akibat urbanisasi menjadi faktor penentu.
Belum lagi, perilaku konsumtif masyarakat yang tidak terkendali sehingga mau tidak mau, meningkatkan persentase sampah.
Produsen lainnya seperti kawasan pasar juga cukup memprihatinkan. Di pasar, sampah diproduksi secara berkelanjutan dan tidak ada pemilahan.
Sayur-sayuran yang membusuk, karton bekas, hingga kantong plastik yang berserakan. Pemandangan seperti itu sangat familiar, terlebih kawasan pasar tradisional.
Berbeda dengan kawasan industri, sampah yang terbuang memberikan efek secara langsung.
Misalnya pembuangan limbah ke sungai mencemari sumber air masyarakat, merusak ekosistem sungai hingga bisa menyebabkan keracunan.
Dewasa ini, banyak ditemukan kasus dan sorotan akibat perilaku oknum di kawasan industri yang semena-mena membuang sampah dan mengganggu lingkungan hidup masyarakat.
Dalam menangani masalah persampahan di perkotaan, perlu tindakan yang terstruktur dan bersifat hierarki.
Pengelolaan harus berawal dari rumah tangga sampai ke tempat pembuangan akhir.
Selain itu, aturan dan konstitusi dapat digunakan sebagai tameng untuk mengatur tata perilaku masyarakat, serta sosialisasi untuk mengkontruksi tentang pentingnya pengelolaan sampah dalam kehidupan masyarakat.
Misalkan melakukan pemilahan sampah, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengurangi produksi sampah dalam konteks yang terkecil.
Gerakan menggunakan tumbler, membawa keranjang sendiri, dan sebagainya memang sudah sering digumamkan, namun tak sampai menyadarkan.
Sebagian orang lebih memilih membeli minuman botol atau gelas, alibinya agar lebih praktis.