Opini Tribun Timur
Omicron dan Ancaman Pandemi Berulang Covid-19
Di Indonesia sudah ada 46 kasus Covid-19 varian Omicron, demikian berita Kompas 27/12/2021.
Oleh: dr Airah Amir
Dokter dan Pemerhati Kesehatan Masyarakat
Di Indonesia sudah ada 46 kasus Covid-19 varian Omicron, demikian berita Kompas 27/12/2021.
Padahal 9 hari sebelumnya Kementerian Kesehatan 18/12/2021 kementrian kesehatan mencatat jumlah kasus varian Omicron baru 3 orang hanya berselang 9 hari meningkat 43 kasus.
Varian Omicron pertama kali terdeteksi pada seorang petugas kebersihan inisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta pada tanggal 15/12/2021.
Dari 46 kasus yang ada sebagian besar berasal dari pelaku perjalanan internasional.
Menanggapi masuknya varian Omicron ini presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk tidak panik, mendorong semua pihak untuk vaksinasi, mewanti-wanti masyarakat untuk memperketat disiplin protokol kesehatan dan melarang pejabat dan warga untuk bepergian ke luar negeri, bagaimana kita harusnya bersikap?
Omicron dan Ancamannya
Varian omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada awal November oleh Angelique Coetzee, seorang dokter di Afrika Selatan.
Angelique Coetzee yang juga Kepala Asosiasi Medis Afrika Selatan mengatakan gejala khas dari varian Omicron bukanlah batuk dan sakit tenggorokan, melainkan tenggorokan gatal.
Selain itu gejala lain yang membedakan varian Omicron dan varian sebelumnya adalah myalgia atau nyeri otot serta diare yang juga merupakan gejala yang sering dijumpai pada pasien covid- 19 varian Omicron.
Saat ini Omicron sudah menyebar ke lebih dari 77 negara belum termasuk negara lain yang belum melaporkan kasus.
WHO kemudian pada tanggal 26/11/2021 menetapkan varian omicron sebagai salah satu Varian of Concern(VoC), yang artinya varian virus ini menyebabkan peningkatan penularan dan angka kematian akibat Covid-19.
Epidemiolog dari Griffifth university Australia, Dicky Budiman mengatakan varian baru omicron disebut 500% lebih menular daripada virus corona asli yang ditemukan di Wuhan China tahun 2019 (Kompas, 30/11/2021).
Kondisi ini dikhawatirkan akan menimbulkan gelombang ketiga kasus Covid-19 dan menyebabkan efek global akibat tidak memadainya penanganan.