Opini Tribun Timur
Omicron dan Ancaman Pandemi Berulang Covid-19
Di Indonesia sudah ada 46 kasus Covid-19 varian Omicron, demikian berita Kompas 27/12/2021.
Kita melihat WNA, TKA, dan orang-orang masih ramai keluar masuk pintu imigrasi. Dan terbukti bahwa awal data awal omicron adalah oang yang berasal dari Negara yang dimana penyakit omicron itu berasal.
Yang lebih menghawatirkan mereka sengaja “diundang” atas nama pariwisata yang kolaps selama pandemi.
Akibatnya, lockdown pun setengah hati. Belum lagi, hanya sebagian rakyat yang sadar dan berusaha menaati 5M dan 3T.
Bagaimana mungkin pandemi bisa efektif teratasi?
Memang, badai pandemi juga tak dihadapi dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak.
Semua harus tergerak mulai dari masyarakat sampai kebijakan yang konsisten dari pemerintah.
Karena itu, penting sekali untuk terus menjadikan lockdown sebagai kebijakan urgen dan utama bagi penanggulangan pandemi karena demikianlah Islam telah mengajarkan.
Lockdown tersebut harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah tanpa melupakan nasib rakyat
yang juga terdampak pada pandemik Covid-19.
Sebagai negeri muslim terbesar di dunia, negeri ini harusnya mengambil solusi syar’i dalam penanganan pandemi sebelum semuanya terlambat, semoga kita, keluarga kita, dan negeri ini bisa melewati varian Omicron yang menjadi ancaman berulang Covid-19.(*)