Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Milad Hadhrat Masih Mubarak

Iran lengkapnya Republik Islam Iran adalah sebuah negara di Timur Tengah. Sama dengan Indonesia, Iran juga adalah negara multibudaya.

Editor: Sudirman
Ismail Amin
Ismail Amin, Mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan Islam Universitas Internasional Al Mustafa Iran asal Makassar 

Sementara pada pasal 23 diatur mengenai larangan persekusi, main hakim sendiri, dan tidak seorangpun berhak untuk menyerang keyakinan agama dan mazhab lain.

Dalam bidang politik, Kristen, Yahudi, Zoroastrianisme, dan Islam Sunni sebagai kelompok-kelompok minoritas yang resmi diakui oleh pemerintah, mendapat kursi di Parlemen Iran.

Hak-hak untuk mengakses pendidikan, pekerjaan dan hak-hak asasi lainnya tetap mendapat jaminan dari negara.

Dengan konstitusi yang menjamin kebebasan beragama dan menganut mazhab yang diakui, warga Iran yang Sunni hidup dengan aman dan harmoni di tengah-tengah mayoritas masyarakat muslim Iran yang Syiah.

Penganut Sunni di Iran banyak di Kermansyah, Khurasan, Kurdistan, Sistan-Blucistan, Ghilan dan Ardibil.

Di Tehran juga terdapat populasi Sunni dan mereka mengelola 9 masjid di ibu kota Iran tersebut.

Bentuk-bentuk toleransi antar umat beragama yang terjalin di Iran, sekali lagi hampir sama dengan yang terjadi di Indonesia.

Bangunan-bangunan ikonik dan bersejarah di Iran milik penganut Zoroaster, Yahudi dan Kristen masih tetap dijaga kelestariannya sampai hari ini, sebagaimana terjaganya tempat peribadatan kuno di Indonesia dari peninggalan Hindu-Budha.

Penganut-penganut agama selain Islam bebas melakukan perayaan keagamaannya dan mendapatkan ucapan selamat dari pemerintah dan pemimpin tertinggi Iran.

Perayaan Natal

Di Iran, Kristen adalah agama minoritas. Hanya ada sekitar 0,5% atau sekitar 300 ribu Kristiani di Iran yang berpenduduk total 70 juta jiwa lebih.

Minoritas Kristiani di Iran berasal dari etnis Armenia dan Assyiria. Kebanyakan mereka tersebar di Tabriz, Esfahan dan Tehran.

Kristen Armenia merayakan Natal setiap 6 Januari, bukan 25 Desember seperti pada umumnya.

Namun kemeriahan merayakan Natal tetap dimulai dari 25 Desember, meski tidak ada perayaan khusus di gereja-gereja pada tanggal itu.

Hanya kesemarakan berupa pernak-pernik Natal yang dipasang di jalan-jalan dan mall-mall.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved