Opini Tribun Timur
Milad Hadhrat Masih Mubarak
Iran lengkapnya Republik Islam Iran adalah sebuah negara di Timur Tengah. Sama dengan Indonesia, Iran juga adalah negara multibudaya.
Jadi kemeriahan Natal tidak hanya dirayakan umat Kristiani namun juga umat Islam di Iran, dengan menyebut Natal adalah hari wiladah atau hari lahir Nabi Isa as.
Setiap menjelang Natal, pejabat-pejabat penting Iran akan mengunjungi kediaman penganut Kristiani untuk mengucapkan selamat natal secara langsung dan menyantap makanan khas Hari Natal yang disajikan tuan rumah.
Tidak terkecuali Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamanei. Yang kerap menjadi target kunjungan adalah rumah keluarga veteran Kristiani atau rumah keluarga pejuang beragama Kristen yang turut gugur membela Republik Islam Iran dalam Perang Irak-Iran.
Boleh tidaknya mengucapkan selamat Natal bagi muslim tidak pernah jadi polemik di Iran. Jumhur ulama Iran baik yang bermazhab Syiah dan Sunni memperbolehkannya.
Meski minoritas, Kristiani di Iran tetap punya hak yang sama dengan warga mayoritas. Mereka juga punya perwakilan di parlemen.
Ada lebih dari 600 gereja di seluruh Iran. Gereja-gereja di Iran sebagian besar adalah bangunan kuno yang berusia ratusan tahun.
Diantaranya yang tertua adalah Gereja Saint Tatavous di Tehran yang dibangun pada masa Dinas Qajar (1794-1925).
Gereja tersebut adalah salah satu dari 11 gereja di Teheran yang masih beroperasi. Dibangun pada masa kekuasaan islam, membuat tidak jarang gereja memiliki atap berbentuk kubah tidak ubahnya masjid.
Fakta menarik lainnya. Di jantung kota Tehran ada Taman Maryam Muqaddas. Taman yang diperuntukkan untuk memberi penghormatan pada Bunda Maryam tersebut berada di lahan seluas 11 hektar.
Taman ini sangat mudah dijangkau dan terbuka selama 24 jam untuk dimanfaatkan warga.
Di tengah taman tersebut terdapat patung Bunda Maryam. Kisah yang paling ikonik menggambarkan harmonisasi Islam-Kristen di Iran, adalah Timnas sepakbola Iran pernah dikapteni oleh pesepakbola Kristen.
Adranik Temouiran adalah pesepakbola profesional Iran. Statusnya sebagai Kristiani tidak menghalanginya menjadi kapten Timnas Sepakbola Iran yang kesemua rekan timnya muslim.
Gelandang yang pernah bermain untuk Fulham tersebut juga tidak pernah risih menunjukkan kekristenannya dengan membuat tanda salib setiap memasuki lapangan.
Sewaktu memimpin rekan-rekannya menuju Brasil di ajang Piala Dunia 2014, ia ikut dalam tradisi mencium Alquran sebagai upacara lazim dalam Timnas Iran.
Meski mendapat izin untuk tidak mengikuti upacara tersebut, ia tetap memilih mengikutinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ismail-amin-mahasiswa-s3-ilmu-pendidikan-islam-universitas-internasional.jpg)