Breaking News:

Tribun Sinjai

Ranperda Pajak Sarang Burung Walet di Sinjai Diminta Dikaji Ulang, Dinilai Beratkan Pengusaha

Pengusaha sarang burung walet di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta Pemkab mengkaji ulang Ranperda pajak sarang burung walet

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Pengusaha sarang burung walet di Jl KH Ahamad Dahlan Sinjai, Sahabuddin. 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Pengusaha sarang burung walet di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan meminta Pemkab mengkaji ulang Ranperda pajak sarang burung walet.

Rencana tersebut dinilai memberatkan para pengusaha.

Sebab pendapatan sarang burung walet tidak menentu.

"Teman-teman nilai rencana Pemkab terapkan pajak berat, karena tidak semua pengusaha memiliki pendapatan yang banyak," kata salah seorang pengusaha burung walet di Jl KH Ahmad Dahlan, Sahabuddin, Jumat (17/12/2021).

Dinilai memberatkan karena usaha itu tidak langsung mengembalikan modal.

Karena itu butuh waktu yang lama untuk dapat mengembalikan modal investasi.

Dan diketahui membangun gedung sarang walet menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah.

Selain dinilai memberatkan, Pemkab dinilai memiliki kelemahan dalam menarik pajak ke pengusaha.

Sebab mereka hanya meminta para pengusaha jujur melaporkan hasil penjualan mereka.

Misalnya mereka pengusaha hanya diminta jujur laporkan hasil penjualan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved