OPINI
Omicron yang Mengancam
Tidak berselang lama sejak varian delta mengejutkan dunia, varian baru Covid-19, omicron, hadir dengan ancaman yang lebih serius
Di Sulawesi Selatan sendiri vaksinasi belum mencapai target. Begitu pula laju vaksinasi kedua tidak sebanyak vaksinasi pertama.
Fakta ini tentu saja membuat rentang daya tahan terhadap virus Covid-19, khususnya jika varian
Omicron menyerang. Diperlukan upaya Pemda untuk sesegera mungkin meluaskan jangkauan vaksinasi.
Varian Omicron merupakan konsekuensi dari virus Covid-19 yang hingga saat ini belum bisa dijinakkan.
Laju mutasi masih belum bisa dihentikan. Tentu saja vaksinasi tidak dapat 100% memberikan jaminan keamanan.
Ada kemungkinan seseorang yang telah divaksin akan terpapar lagi.
Pemerintah melalui Satgas Covid-19 melakukan strategi kolaborasi berlapis dan berjenjang di semua level dari kelurahan hingga tingkat nasional.
Strategi nasional ini memiliki 4 fungsi yakni upaya pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendataan penanganan pandemi Covid-19.
Upaya keras mesti dilakukan dikarenakan menurunnya prevalensi penularan telah membuat tingkat kepatuhan pada prosedur kesehatan semakin menurun.
Bila terbukti benar, tingkat keganasan dan penularan varian Omicron lebih tinggi dibanding varian Delta, maka kita akan memasuki gelombang ke-3 yang jika tidak tertangani dengan baik, maka tingkat korbannya akan jauh melampaui varian Delta. Peran satgas sangat dibutuhkan.
Satgas Anti-Omicron
Secara sosiologis, sebuah kebijakan relative lebih berhasil jika dilakukan pelibatan warga di dalamnya.
Pelibatan warga dalam satgas di setiap tingkatan administrasi adalah sebuah kebutuhan.
Setiap RT atau RW diharapkan memiliki sukarelawan yang dikategorikan sebagai satgas lokal.
Satgas lokal memiliki jaringan operasional dengan satgas nasional dimana para sukarelawan diberikan pelatihan dan insentif ketika mereka menjalankan tugas mereka.