Breaking News:

Tribun Sulsel

Status Nurdin Abdullah di Pemprov Sulsel Usai Divonis 5 Tahun Penjara

Meski sudah ada vonis hukuman sebagai dasar bahwa Nurdin Abdullah terbukti melakukan praktik gratifikasi, belum bisa dijadikan acuan pemberhentian.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SITI AMINAH
Kabiro Pemerintahan Setda Pemprov Sulsel, Idham Kadir 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Idham Kadir menjelaskan soal status Nurdin Abdullah usai divonis 5 tahun penjara.

Idham menjelaskan, Nurdin Abdullah masih diberhentikan sementara sebagai Gubernur Sulsel sejak Agustus lalu.

Itu berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2021 tentang Pemberhentian sementara Gubernur Sulawesi Selatan Masa Jabatan Tahun 2018 – 2023.

Meski sudah ada vonis hukuman sebagai dasar bahwa Nurdin Abdullah terbukti melakukan praktik gratifikasi di Pemprov Sulsel, hal tersebut belum bisa dijadikan acuan untuk pemberhentiannya.

Kata Idham, masih ada proses selanjutnya jika pihak Nurdin Abdullah melakukan banding.

Karena itu ia masih menunggu proses tersebut, sebab waktu yang diberikan majelis hakim kepada terpidana untuk proses banding adalah tujuh hari usai penetapan vonis.

"Kan baru keputusan tadi malam, ditunggu tujuh hari mulai hari ini," ucap Idham Kadir di ruang kerjanya, Selasa (30/11/2021).

Jika tak ada proses banding atau tidak ada jawaban setalah tujuh hari, maka putusan majelis hakim dianggap inkrah.

Setelah inkrah, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengadilan untuk salinan hasil putusan tersebut.

Kemudian mengusulkan dokumen pemberhentian tetap ke Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terhadap tersangka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved