Breaking News:

Tribun Makassar

Ditemui Gus Yahya, Puang Makka: Saya Tidak Kenal Ketua PBNU Sekarang

Ulama karismatik Sulsel, Habib Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf atau Puang Makka, mengaku tidak mengenal sosok petahan Calon Ketua PBNU.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/EMBA
Calon Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, menemui ulama karismatik Sulsel, Habib Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf atau akrab disapa Puang Makka di markas Rahim Assegaf Center (RAS) Jl Baji Bicara, Makassar, Senin (22/11/2021) sore. 

"Bisa tidak ada tokoh yang punya karakter independen, karakter yang kuat. Gaya-gaya Gusdur lah dulu misalnya," sambung ulama Karismatik Sulsel itu.

Sementara itu, Gus Yahya mengatakan, susah mencari sosok seperti mantan Presiden ke 4 Abdurrahman Wahid saat menahkodai NU.

"Sulit untuk mencari figur atau ulama yang sempurna. Orang hebat seperti Gusdur itu, sulit untuk kita harapkan muncul berulang kali dalam sejarah, mungkin setelah 100 tahun lagi," kata Gus Yahya.

Menurut Gus Yahya, sosok pemimpin NU di masa depan lebih dari sosok seorang figur.

"Saya melihat, bahwa yang dibutuhkan lebih dari seorang figur. Yang dibutuhkan adalah restruktur organisasi keseluruhan tatanan organisasi yang tepat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus menyatakan Gus Yahya adalah figur yang tepat memimpin PBNU pada Mukhtamar NU ke 34 yang dijadwalkan pada 23-25 Desember mendatang.

Ia mencontohkan sikap kepedulian terhadap regenerasi kader yang ditunjukkan Puang Makka saat dua priode menjadi Ketua Dewan Gerakan Pemuda Ansor Sulsel.

"Ketiga kalinya kita mendorong beliau (Puang Makka) menjadi ketua dewan penasehat, beliau bilang jangan lagi saya, harus ada regenerasi," ucap Rusdi Idrus.

Nada dukungan ke Gus Yahya itu, kata Rusdi sejalan dengan misi regenerasi organisasi.

"Begitu juga dengan Nahdatul Ulama, tentunya kita menginginkan ada regenerasi ke generasi berikutnya. Apalagi saya melihat gagasan Gus Yahya ini bahwa ke depan itu kegiatan-kegiatan di pusat harus ditransformasi ke bawah," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved