Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Tribun Timur

Mewujudkan kebahagiaan Lansia Butuh Peran Negara

Belakangan ini masyarakat khususnya netizen dihebohkan dengan viralnya pemberitaan seorang ibu lanjut usia dititipkan oleh tiga ke Panti Jompo.

Editor: Sudirman
tribun timur
Pendidik, Founder Komunitas Pecinta Alquran dan Bahasa Arab Makassar 

Trisnawaty A SPd

Pendidik di Makassar

Belakangan ini masyarakat khususnya netizen dihebohkan dengan viralnya pemberitaan seorang ibu lanjut usia dititipkan oleh tiga ke Panti Jompo.

Namanya ibu Trimah berusia 65 tahun, warga Magelang, Jawa Tengah, dititipkan ke sebuah panti jompo, Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang, Jawa Timur.

Dalam wawancara dengan tvOne, Minggu, 31 Oktober 2021, alasan dia dititipkan ke Panti Jompo karena anak-anaknya tidak mampu membiayai, ungkapnya.

(www.viva.co.id), fenomena menelantarkan orangtua tentu menyayat hati. Sebelumnya, seorang ibu diminta anaknya beli barang lalu ditinggal, terus dinanti, sang putri tak datang menjemput lagi (Tribunnews.com, 12/10/2019).

Lain halnya di Aceh, Seorang pria lanjut usia (lansia) meninggal di wilayah Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (3/4/2020).

Berdasarkan laporan telepon yang diterima oleh Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK) Dinsos Aceh, Misra Yana SPsi MSi, pria lansia tersebut dikabarkan sakit.

Sebelum meninggal, ia masih sanggup berkomunikasi penuh kepayahan. Mengaku dibuang oleh anak-anaknya. Ungkap Misra Yana (SerambiNews.com)

Apa Penyebabnya

Tentu muncul pertanyaan apa penyebab anak rela membuang atau menitipkan orangtuanya di usia lanjut atau lansia.

Secara fitrah manusia memiliki naluri mencintai dan menyayangi orangtua. Dan sangat dipengaruhi oleh pemahaman.

Jika dilandasi materi, Maka materi menjadi diatas segalanya. Dengan alasan kesibukan kerja, bisnis, dan alasan lain, banyak anak mengabaikan bahkan menelantarkan orangtua.

Hal ini diperparah adanya peran sistem diterapkan hari ini. Sistem dengan menjadikan materi atau manfaat sebagai tolak ukurnya.

Melahirkan insan atau anak durhaka rela membuang orangtua ke jalanan atau diserahkan ke Panti. Orientasi hidup sudah berubah, menjadikan materi sebagai tujuan sebagaimana yang diserukan para kapitalis.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved