Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Suap Nurdin Abdullah

Edy Rahmat Ngaku Terima Uang dari Agung Sucipto Tanpa Sepengetahuan Nurdin Abdullah

Edy menerima uang sebesar Rp 2,5 miliar dari Agung Sucipto, Rp 337 juta dari Andi Kemal, Rp 324 juta dari Gilang, dan lainnya.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/FADHLY
Terdakwa kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) proyek infrastruktur lingkup Pemprov Sulsel, Edy Rahmat (ER) menjadi saksi dalam sidang lanjutan Nurdin Abdullah (NA) di Pengadilan Negeri Makassar Jl Kartini, Rabu (3/11/2021). 

Di sana Agung Sucipto mengatakan dana sudah siap. Rencananya keesokan harinya akan diberikan.

"Dana sudah terima, ada dalam koper Rp 2 miliar dan ransel Rp 500 juta," jelas Edy.

Ia menjelaskan pesan Agung Sucipto, dana Rp1,450 miliar ucapan terima kasih usai pengerjaan proyek pembangunan ruas jalan Palampang-Munte Bulukumba dan jalan Bontolempangan Sinjai, Sulsel.

Sementara Rp 1,050 miliar untuk proposal irigasi di Sinjai.

Sempat, lanjut dia, dana tersebut mau diserahkan di Rujab Gubernur.

"Saya bilang terlalu ramai di situ dan banyak CCTV," ujarnya.

Sehingga dilakukan di Jalan Macan tak jauh dari Rumah Makan Nelayan.

Setelah menerima Rp 2,5 miliar dari Agung Sucipto, Edy Rahmat berencana memberikan dana tersebut ke Nurdin Abdullah di Lego-lego.

"Sebelum saya terima uang itu, saya kan menelpon sopirnya (NA), kalau terima cepat, saya bisa ketemu langsung di sana," jelasnya.

Sopir NA, bernama Husain. Infonya Pak NA sudah tidak lagi di Lego-lego. Sehingga ia berencananya menyerahkan pada Sabtu.

"Apalagi sudah setengah 12 malam. Karena sudah tengah malam. Saya juga sudah telepon sopirnya Pak Nurdin, kalau sudah tidak di Lego-lego lagi," jelasnya.

Merespon hal tersebut, JPU KPK Ronald Ferdinand Worotikan mengatakan, fakta baru dari persidangan dengan saksi Edy Rahmat ada dua hal.

"Pertama fakta baru, ER bertemu dengan Agung Sucipto di rumah AS di Bulukumba. Menyampaikan pesan Pak NA untuk dibantu relawan karena Pilkada sudah dekat," katanya.

"Kedua, Pak ER setelah bertemu AS di Bulukumba, melaporkannya ke Pak NA di Pucak Maros," jelasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved