Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wajo

Usai Dikritik, DPRD Wajo Batalkan Pembelian Dua Randis Baru di Tengah Pandemi

"Anggaran yang tersedia akan kita alihkan ke kegiatan lain, tentu yang lebih penting dan mendesak," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH
Kantor DPRD Wajo 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pasca menuai sorotan dari berbagai kalangan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo berencana membatalkan pembelian dua mobil dinas.

Dua mobil dinas itu dimaksudkan diperuntukkan untuk Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Wajo, dengan pagu anggaran Rp 1,027 miliar.

"Informasi yang kita terima dari ULP, yang mendaftar tidak ada yang lulus kualifikasi. Makanya kita akan batalkan sesuai juknis," kata Ketua DPRD Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna, saat dikonfirmasi Tribun Timur, Sabtu (21/8/2021).

Meski tak disebutkan secara rinci, Andi Alauddin menyebutkan bahwa anggaran untuk pembelian dua randis unsur pimpinan itu akan dialihkan ke kegiatan yang lebih esensial dan urgen.

"Anggaran yang tersedia akan kita alihkan ke kegiatan lain, tentu yang lebih penting dan mendesak," katanya.

Mobil dinas yang saat ini digunakan Wakil Ketua I, Firmansyah Perkesi dan Wakil Ketua II, Andi Senurdin Husaini adalah mobil dinas jenis Honda CRV keluaran 2014.

Mobil tersebut merupakan warisan dari Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD Wajo periode 2014-2019 dan diklaim sudah mengalami kerusakan.

Dihubungi terpisah, Andi Senurdin Husaini mengaku telah menyimak polemik penolakan pelbagai elemen masyarakat terkait rencana pembelian randis itu.

"Artinya memang ada aturannya pimpinan berhak mempunyai kendaraan dinas, tapi kalau masyarakat mengkritisi pengadaannya itu hak setiap warga negara untuk mengeluarkan pendapatnya, itu djamin undang-undang," katanya.

Politisi Partai Demokrat itu pun legowo apabila pengadaan mobil dinas untuknya ditiadakan pada tahun anggaran 2021 ini.

"Bagi saya tidak ada masalah tidak ada kendaraan dinas, saya tetap menjalankan fungsi dan kewajiban saya selaku wakil rakyat dan yang terpenting bekerja untuk rakyat. Itu prinsip saya," katanya.

Sayangnya, Wakil Ketua I DPRD Wajo, Firmansyah Perkesi yang dihubungi sampai saat ini belum memberikan respon terkait polemik pengadaan mobil dinas itu.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat mengkritisi rencana pembelian dua mobil dinas untuk pimpinan DPRD Wajo di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Pembelian mobil dinas di tengah masa pandemi Covid ini sungguh melukai hati rakyat," kata Sekjen KAHMI Wajo, Muhammad Nur.

Menurutnya, para legislator disebutkan tidak memiliki "sanse of crisis", sebab alokasi anggaran untuk mobil dinas dinilai tidak esensial dan urgen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved