Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Padahal Sangat Berat, Kenapa Kapal Tidak Tenggelam?

Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Makassar 

Baja jauh lebih padat daripada air.

Namun, kapal baja tetap mengapung.

Hal ini karena kapal yang besar memindahkan air yang jumlahnya sangat besar juga.

Berbeda dengan batu yang kita lempar ke air akan tenggelam.

Hal ini karena batu hanya memindahkan sedikit air.

Batu tenggelam karena lebih berat dibandingkan jumlah air yang dipindahkan.

Baca juga: Apa Itu Hewan Ovipar?

Baca juga: Penyebab Tinta Cumi Berwarna Hitam dan Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia

Ketika sebuah kapal tenggelam, karena air memasuki kapal dan memaksa udara di dalamnya keluar.

Sehingga kerapatan rata-rata kapal lebih besar dari pada air.

Salah satu tragedi yang terkenal adalah tenggelamnya Kapal Titanic.

Kapal menabrak gunung es di lepas pantai selatan Newfoundland pada April 1912.

Gunung es merobek beberapa lubak kecil di lambung kapal, dan masuk hingga haluan.

Ketika banyak air yang masuk, udara terpaksa keluar dan menyebabkan kapal tenggelam.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/23/110000869/kenapa-kapal-tidak-tenggelam-?,".

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved