Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Padahal Sangat Berat, Kenapa Kapal Tidak Tenggelam?

Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kapal merupakan kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut.

Berabad-abad kapal dipakai oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu.

Karena ukurannya yang cukup besar, pernahkan kita bertanya-tanya kenapa kapal tidak tenggelam?

Daya apung

Dilansir dari Lets Talk Science, daya apung ditemukan oleh Archimedes.

Seorang ilmuwan Yunani yang lahir pada 287 Sebelum Masehi.

Prinsip yang ditemukannya dikenal sebagai prinsip daya apung.

Awalnya, Archimedes mendapatkan tugas dari Raja Hieron untuk menilai apakah mahkota yang digunakannya terbuat dari emas murni.

Setelah pulang ke rumah, Archimedes kemudian mandi menggunakan bathup.

Lalu Archimedes memerhatikan ada air yang tumpah ke luar ketika dirinya masuk ke dalam.

Baca juga: Tahukah Kamu Kenapa Awan Terlihat Bergerak di Langit?

Baca juga: Favorit Banyak Orang, Ketahui Bagaimana Tempe Dibuat

Saat itu Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air.

Kemudian dia mengingat bahwa emas murni akan tenggelam dan ada air yang keluar.

Sehingga Archimedes bisa mengetahu massa jenis dengan menghitung berat emas dibagi dengan volumenya.

Archimedes kemudian membandingkan dengan masaa jenis dari mahkota raja.

Jika massa jenis mahkota raja lebih ringan, maka mahkota tersebut tidak terbuat dari emas murni, melainkan campuran dari logam lain.

Hal tersebut yang akhirnya menjadi rumusan daya apung yang digunakan pada sistem kapal.

Hubungan daya apung dengan kepadatan

Jika satu blok kayu dengan ukuran satu sentimeter kubik ditempatkan dalam wadah air, jumlah air yang dipindahkan akan sama dengan berat balok kayu.

Dalam kasus kayu, berat air yang dipindahkan kecil.

Sehingga gaya apung lebih besar dari gaya gravitasi, sehingga kayu mengapung.

Lalu bagaimana jika balok dengan ukuran yang sama terbuat dari timah?

Baca juga: Ini yang Sebenarnya Terjadi Ketika Kita Melihat Paus Menyemburkan Air ke Udara

Baca juga: Mengapa Tubuh Penguin Berwarna Hitam Putih?

Timah memiliki kerapatan yang lebih tinggi.

Sehingga timah akan memindahkan banyak air dibandingkan kayu.

Gaya gravitasi pada timah melebihi gaya apung, maka timah akan tenggelam.

Prinsip Archimedes menyatakan bahwa gaya yang diberikan pada suatu benda dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan (dipindahkan keluar) oleh benda tersebut.

Gaya apung mendorong ke atas terhadap obyek.

Gravitasi memberikan gaya ke bawah pada obyek, yang ditentukan oleh massa obyek.

Jika gaya yang diberikan obyek dengan gravitasi kurang dari gaya apung, maka obyek akan melayang atau mengapung.

Alasan kapal tidak tenggelam

Kapal dapat memiliki massa ratusan ribu ton, apalagi yang mengunakan baja.

Baja jauh lebih padat daripada air.

Namun, kapal baja tetap mengapung.

Hal ini karena kapal yang besar memindahkan air yang jumlahnya sangat besar juga.

Berbeda dengan batu yang kita lempar ke air akan tenggelam.

Hal ini karena batu hanya memindahkan sedikit air.

Batu tenggelam karena lebih berat dibandingkan jumlah air yang dipindahkan.

Baca juga: Apa Itu Hewan Ovipar?

Baca juga: Penyebab Tinta Cumi Berwarna Hitam dan Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia

Ketika sebuah kapal tenggelam, karena air memasuki kapal dan memaksa udara di dalamnya keluar.

Sehingga kerapatan rata-rata kapal lebih besar dari pada air.

Salah satu tragedi yang terkenal adalah tenggelamnya Kapal Titanic.

Kapal menabrak gunung es di lepas pantai selatan Newfoundland pada April 1912.

Gunung es merobek beberapa lubak kecil di lambung kapal, dan masuk hingga haluan.

Ketika banyak air yang masuk, udara terpaksa keluar dan menyebabkan kapal tenggelam.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/23/110000869/kenapa-kapal-tidak-tenggelam-?,".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved