Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Penyebab Tinta Cumi Berwarna Hitam dan Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia

Penyebab Tinta Cumi Berwarna Hitam dan Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM
Cumi-cumi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyebab Tinta Cumi Berwarna Hitam dan Manfaatnya

Cumi-cumi adalah kelompok hewan cephalopoda besar atau jenis moluska yang hidup di laut.

Nama Cephalopoda dalam bahasa Yunani berarti "kaki kepala", hal ini karena kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala.

Cumi-cumi adalah salah satu hewan dalam golongan invertebrata (tidak bertulang belakang).

Ciri khas cumi-cumi adalah kantong tinta yang terdapat di tubuhnya.

Baca juga: Ternyata Bukan Singa Hewan yang Tak Kenal Rasa Takut di Dunia

Baca juga: Tahukah Kamu Mata Uang Tertua di Dunia?

Kantong tersebut akan menghasilkan tinta yang digunakan sebagai alat pertahanan dan perlindungan diri.

Dikutip dari Healthline, ketika cumi dan kelompok Cephalopoda lainnya merasa terancam, mereka akan menyemprotkan tinta hitam ke arah predator untuk mengaburkan pandangannya dan setelah itu mereka melarikan diri.

Cumi-cumi termasuk olahan makanan laut yang cukup digemari di Indonesia dan negara lainnya.

Tidak sedikit pula, hewan laut ini diolah bersamaan dengan tintanya.

Olahan ini cukup populer di Jepang dan Mediterania. Bahkan setelah diolah pun, warna tintanya masih tetap hitam.

Mengapa tinta cumi berwarna hitam?

Dilansir dari The Guardian, mayoritas tinta hewan Cephalopoda, termasuk cumi, mengandung melanin, beberapa enzim untuk produksi melanin, katekolamin, peptidoglikan, asam amino bebas serta logam.

Melanin merupakan pigmen alami yang hampir dimiliki di seluruh tubuh makhluk hidup, termasuk manusia.

Pada manusia, pigmen ini mempengaruhi warna kulit, rambut serta mata.

Baca juga: Cara Orang Eskimo Bertahan Hidup di Daerah yang Sangat Dingin

Baca juga: Tiga Alasan Mengapa Seragam Pramuka Berwarna Coklat

Melanin di tubuh manusia terbentuk oleh melanosit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved