Tribun Edukasi
Padahal Sangat Berat, Kenapa Kapal Tidak Tenggelam?
Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kapal merupakan kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut.
Berabad-abad kapal dipakai oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan yang diawali oleh penemuan perahu.
Karena ukurannya yang cukup besar, pernahkan kita bertanya-tanya kenapa kapal tidak tenggelam?
Daya apung
Dilansir dari Lets Talk Science, daya apung ditemukan oleh Archimedes.
Seorang ilmuwan Yunani yang lahir pada 287 Sebelum Masehi.
Prinsip yang ditemukannya dikenal sebagai prinsip daya apung.
Awalnya, Archimedes mendapatkan tugas dari Raja Hieron untuk menilai apakah mahkota yang digunakannya terbuat dari emas murni.
Setelah pulang ke rumah, Archimedes kemudian mandi menggunakan bathup.
Lalu Archimedes memerhatikan ada air yang tumpah ke luar ketika dirinya masuk ke dalam.
Baca juga: Tahukah Kamu Kenapa Awan Terlihat Bergerak di Langit?
Baca juga: Favorit Banyak Orang, Ketahui Bagaimana Tempe Dibuat
Saat itu Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air.
Kemudian dia mengingat bahwa emas murni akan tenggelam dan ada air yang keluar.
Sehingga Archimedes bisa mengetahu massa jenis dengan menghitung berat emas dibagi dengan volumenya.
Archimedes kemudian membandingkan dengan masaa jenis dari mahkota raja.
Jika massa jenis mahkota raja lebih ringan, maka mahkota tersebut tidak terbuat dari emas murni, melainkan campuran dari logam lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-kapal-pelni-bersandar-di-pelabuhan-makassar-beberapa-hari-lalu.jpg)