Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Edukasi

Padahal Sangat Berat, Kenapa Kapal Tidak Tenggelam?

Archimedes menyadari bahwa air yang keluar memiliki berat yang sama dengan berat tubuhnya yang masuk ke dalam air.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ANDI MUHAMMAD IKHSAN WR
Kapal Pelni bersandar di Pelabuhan Makassar 

Hal tersebut yang akhirnya menjadi rumusan daya apung yang digunakan pada sistem kapal.

Hubungan daya apung dengan kepadatan

Jika satu blok kayu dengan ukuran satu sentimeter kubik ditempatkan dalam wadah air, jumlah air yang dipindahkan akan sama dengan berat balok kayu.

Dalam kasus kayu, berat air yang dipindahkan kecil.

Sehingga gaya apung lebih besar dari gaya gravitasi, sehingga kayu mengapung.

Lalu bagaimana jika balok dengan ukuran yang sama terbuat dari timah?

Baca juga: Ini yang Sebenarnya Terjadi Ketika Kita Melihat Paus Menyemburkan Air ke Udara

Baca juga: Mengapa Tubuh Penguin Berwarna Hitam Putih?

Timah memiliki kerapatan yang lebih tinggi.

Sehingga timah akan memindahkan banyak air dibandingkan kayu.

Gaya gravitasi pada timah melebihi gaya apung, maka timah akan tenggelam.

Prinsip Archimedes menyatakan bahwa gaya yang diberikan pada suatu benda dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan (dipindahkan keluar) oleh benda tersebut.

Gaya apung mendorong ke atas terhadap obyek.

Gravitasi memberikan gaya ke bawah pada obyek, yang ditentukan oleh massa obyek.

Jika gaya yang diberikan obyek dengan gravitasi kurang dari gaya apung, maka obyek akan melayang atau mengapung.

Alasan kapal tidak tenggelam

Kapal dapat memiliki massa ratusan ribu ton, apalagi yang mengunakan baja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved