Inmemoriam Wahyuddin Abubakar

Inmemoriam Wahyuddin Abubakar, Penyiar Baik Hati itu Telah Pergi

Beberapa hari sebelum meninggal, setelah pesawat yang ia tumpangi landing di Palu, Wahyuddin Abubakar, masih bercanda dengan para sahabatnya

Editor: AS Kambie
facebook
Penyiar TVRI Sulsel Wahyuddin Abubakar Meninggal Dunia 

Dalam rangka membekali dirinya terkait teori teori Ilmu Komunikasi dalam mengajar, almarhum sempat meminjam buku saya yang berjudul; Komunikasi Serba Ada Serba Makna, karangan Prof Dr Alo Liliweri, yang tebalnya 1086 halaman.

Cukup lama ia pinjam saya mengerti untuk tidak cepat meminta di kembalikan, karena buku itu sangat tebal dan perlu waktu yang tidak singkat untuk membacanya.

Namun, pada saat saya butuh juga itu buku, almarhum akhirnya juga mengembalikannya dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih, sembari mendiskusikan secara singkat isi buku tersebut.

Ternyata, almarhum termasuk sedikit diantara para peminjam buku yang baik.

Betapa tidak, ketika saya meminjamkan buku saya tersebut, terngiang di benak saya sebuah kalimat “Meminjamkan buku, adalah perbuatan bodoh, tetapi mengembalikan buku yang telah dipinjam, jauh lebih bodoh”.

Alhamdulillah, Bobi tidak termasuk kategori manusia peminjam buku yang mengusik swasangka saya.

Bobi adalah sosok kutu buku yang doyan berdiskusi, bertukar pikiran tentang masalah bangsa dan negara kita. Menurut kolega saya sesama dosen di Departemen Ilmu Komunikasi, Dr Mulyadi Mau “Almarhum ini maniak baca. Kemana-mana selalu bawa buku”.

“Sekitar tahun 2009-2010 kami sama2 ikut pendidikan di Radio Netherland Training Center (RNTC) & School of Broadcast Media (SBM). Bahasa inggrisnya bagus.

Selama ikut pendidikan kami selalu sekamar. Maklum sama2 dari Makassar. Ibadah shalatnya mantap. Selalu tepat waktu. Setiap ada waktu luang dia manfaatkan untuk baca buku.

Sementara itu, menurut kolega sesamanya penyiar Andi Mangara, Bobi adalah sosok berhati baik, lebih memilih mengalah daripada terjadi konflik.

Senang menyenangkan hati kawan, meski pun itu mungkin saja tidak berkenan di hatinya sendiri.

Beberapa waktu sebelum beliau dipanggil yang Maha Kuasa, kata Andi Mangara, “... kami di Mercurius FM telah sepakat membuat buku yang berjudul "The other side of mercurius..masa depan sebuah masa lalu...dan, Bobi di percaya sebagai. Koordinator penulisan buku. Insyahallah kami akan tetap melanjutkan penulisan buku ini pa aswar..” kata Andi Mangara kepada saya.

Cerdas Tapi Rendah Hati
Asumsi bahwa konon, umumnya orang cerdas itu, tinggi hati, dan kerap menyudutkan secara tanpa tedeng aling-aling sebuah kebodohan, tidak berlaku bagi seorang Bobi.

Pernah, saya bersama beberapa narasumber dimana Bobi adalah hostnya. Nara sumber di samping saya sempat berkomentar konyol tapi ngotot ketika menjawab pertanyaan Bobi sebagai host.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved