Opini
Indonesia Non-Blok: Amerika vs Cina
Kawasan Indo-Pasifik semakin menegang akibat rivalitas geopolitik antara AS-China yang semakin menajam.
Oleh: Muh Asdar Prabowo
Mahasiswa Magister Strategi Perang Semesta Fakultas Strategi Pertahanan, Universitas Pertahanan Republik Indonesia
TRIBUN-TIMUR.COM - SEBAGAI negara dengan posisi terhimpit di tengah kekuatan besar yakni Amerika Serikat (AS) dan Cina, mengkaji politik non-blok Indonesia bukan lagi dalam bingkai perang dingin klasik, melainkan dalam konteks rivalitas AS–Cina di Indo-Pasifik yang berlangsung pada dekade terakhir.
Kawasan Indo-Pasifik semakin menegang akibat rivalitas geopolitik antara AS-China yang semakin menajam.
Tepatnya sejak awal abad ke-21, perselisihan ini terjadi dengan adanya proses tarik menarik kepentingan antara kedua kekuatan besar tersebut.
Bukan hanya persoalan kekuatan militer melainkan telah mengakar kebeberapa aspek seperti ekonomi, teknologi, supremasi hukum dan politik global.
Perseteruan antara kedua Negara itu memiliki dampak terhadap stabilitas keamanan regional bahkan sampai mempengaruhi kebijakan politik luar negeri negara-negara ASEAN termasuk Indonesia sebagai negara maritim.
Indonesia sebagai penggagas Gerakan Non-Blok (GNB) memiliki prinsip dalam kepentingan vital untuk menjaga kestabilan kedaulatan, hingga perdamaian dunia.
Namun sebagai negara yang bebas aktif perlu memperjelas makna sebagai negara yang tidak berpihak ke blok manapun yang tidak hanya sekedar netral melainkan menjadi terobosan strategi politik keamanan yang peka dan adaptif terhadap berbagai impact atas gejolak yang terjadi khususnya pada konteks multipolarisme global.
Jika dilihat dari situasi hari ini, Indonesia dilema di tengah persimpangan ketegangan antara Amerika serikat dan Cina.
Satu sisi Indonesia bermitra dengan Amerika Serikat dalam hal kerjasama pertahanan seperti militer, modernisasi alutsista, dan disisi lain juga memiliki kerja sama dengan Cina dalam mitra dagang terbesar sekaligus investor pada proyek infrastruktur strategis.
Tantangan Politik Non-Blok Indonesia
Indonesia senantiasa berpegang teguh pada prinsip non-blok ‘bebas aktif’ meskipun demikiran beberapa tantangan mewarnai gejolak prinsip tersebut.
Mulai dari tekanan geopolitik internasional sehingga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan Indonesia untuk mempertahankan posisi netral.
Kemudian tantangan berikutnya terkait ketergantungan atas ekonomi terhadap Cina serta kebutuhan teknologi pertahanan dari Amerika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250912-Muh-Asdar-Prabowo.jpg)