OPINI
Humor, Politik, dan Kedamain
Saat ini, orang-orang sangat mudah dilanda kecemasan. Mereka sedang resah dengan munculnya berbagai masalah sosial, politik, dan ekonomi.
Opini Oleh: Hidayah Muhallim, Konsultan Sosial Politik pada PT Penta Helix Indonesia
Saat ini, orang-orang sangat mudah dilanda kecemasan. Mereka sedang resah dengan munculnya berbagai masalah sosial, politik, dan ekonomi.
Kecemasan itu makin bertambah sejak munculnya wabah pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya.
Jika kecemasan itu terus berlangsung, maka bisa-bisa daya tahan masyarakat akan tergerus dan pada akhirnya akan mengalami kerapuhan yang akut.
Pergaulan sosial kita yang biasanya berlangsung santai, nyaman, dan asyik sebelum Covid-19 mewabah, tiba-tiba mengalami ketegangan.
Orang-orang jadi pada sensitif, mudah gelisah, dan gampang terprovokasi. Suasana keseharian kita pun jadi membosankan dan menggerahkan.
Dalam situasi yang demikian itu maka lumrah jika banyak orang lalu kehilangan sense of humor-nya.
Padahal humor ringan atau humor-humor harian itu akan sangat berguna untuk meredakan ketegangan.
Bahkan humor itu dipercaya akan bisa meningkatkan imun tubuh seseorang jika mereka mampu mengelolanya secara baik dan bijak.
Lantas, apakah karena masalah-masalah sedemikian itu yang menjadi faktor utama terkikisnya sense of humor dari pergaulan sosial kita?
Atau sebaliknya, apakah karena telah menipisnya minat humor dalam keseharian masyarakat kita menyebabkan tingginya sensifitas dan kerentanan sosial belakangan ini?
Ataukah faktor-faktor lain yang tidak tampak dipermukaan sehingga sulit dideteksi secara akurat?
PENTINGNYA HUMOR
Humor itu jelas sangat penting adanya. Bahkan sepanjang sejarah umat manusia, humor sudah sangat kuat melekat didalamnya.
Beberapa ratus tahun yang lalu pernah muncul cerita-cerita humor seperti Abu Nawas dan 1001 malam yang masih diminati banyak orang sampai saat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hidayah-muhallim-konsultan-sosial-politik-pada-pt-penta-helix-indonesia-1762021.jpg)