Rudenim Makassar
Peduli dengan 2 Warganya di Rudenim Makassar, Konjen Filipina Serahkan Dokumen Perjalanan Pemulangan
Konjen Filipina lakukan kunjungan untuk melihat dua WN Filipina yang diamankan di Rudenim Makassar dan Kanim Makassar.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Arif Fuddin Usman
Dodi menjelaskan, Elina Rei berdarah asli Filipina.
Hanya saja, kedua orang tua Elina merantau ke Sabah Malaysia saat ini Elena dalam kandungan.
Di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Elina pun dilahirkan.
Beranjak balita, iya dibawa kembali ke Filipina, tepatnya di kampung halaman ke dua orangtuanya.
Di sana, Elina kecil menempuh bangku sekolah.
Namun, belum tamat SMP ia putus sekolah lalu kembali ke Sabah Malaysia, lokasi perantauan orang tuanya.
'Di Kota Kinibalu Saba Malaysia, dia (Elena) bertemu dengan orang Indonesia, kemudian menikah di sini di Sulawesi Selatan," ujarnya.
Lebih kurang empat tahun hidup bersama suaminya yang asal Sulsel, kata Dodi, Elina tidak lagi sadar diri bahwa ia adalah WNA.
Terlebih, kata Dodi, dia tekah cukup fasih berbahasa Indonesia.
Dari pengungkapan itu, petugas Imigrasi mendapati Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elena bernama Nur Simah.
Namun, kata Dodi, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ihwal keabsahan atau validasi KTP yang digunakan.
Pihaknya pun berencana mendeportasi Elina ke negara asalnya Filipina.
"Kita sudah ada pengakuan dari Konsulat Jenderal Filipina yang ada di Manado, dengan mengeluarkan surat jalan untuk pulang," beber Dodi.
"Tapi kami masih terkendala pendeportasiannya karena tiketnya belum ada sehubungan dengan penerbangan yang masih lockdown," sambungnya.
Kini, Elina pun ditahan di ruang detensi Imigrasi Kelas I TPI Makassar, sembari menunggu proses deportasi. (*)