Breaking News:

OPNI

Outlook Stabilitas Sistem Keuangan dan Perbankan 2021 

Banyak alasan yang mendasari bahwa tahun 2021merupakan tahun harapan positif untuk pulih.

Editor: Suryana Anas
ISTIMEWA
Pengamat Ekonomi Sulsel, Prof Marsuki DEA 

Tanpa kebijakan yang tepat dari OJK, sistem keuangan dan perbankan sulit bertahan. Bahayanya, jika sistem perbankan terganggu, maka program pemulihan ekonomi pada 2021 akan menjadi lebih berat.

OJK memperkirakan tahun 2021 laju kredit masih berat, lantaran belum ada pemulihan dari kredit-kredit korporasi, sebab kredit lebih banyak ditopang oleh kredit UMKM yang didorong oleh konsumsi.

Korporat masih terkendala menggenjot produksi secara penuh karena permintaan belum menyerap produksi korporat secara optimal.

Diperkirakan laju kredit pada 2021 lebih banyak hanya mengkompensasi penurunan semasa Covid, sehingga pertumbuhannya tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya, hanya dalam kisaran 6-7 persen.

Itupun bisa tercapai jika berbagai program kebijakan dapat dilaksanakan. Sedangkan DPK, OJK memperkirakan tidak ada kendala, masih akan tembus 10-12 persen.

Demikian juga di pasar modal diperkirakan perkembangannya akan optimistik dengan adanya raising fund mencapai Rp 150-180 triliun.

Dalam kaitan terjaganya stabilitas system keuangan dan perbankan, peran Bank Indonesia sangat besar dari sisi kebijakan makroprudensial.

Diperkirakan BI akan melanjutkan kebijakan moneter yang longgar pada 2021.

Suku bunga acuan masih berpeluang untuk kembali diturunkan, dimana saat ini sudah di angka, 3,75 persen.

Kebijakan moneter longgar ini akan mendorong perbankan lebih ekspansif meningkatkan penyaluran kredit.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved