Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jelang FPI Dibubarkan, Mertua KSAD Jenderal Andika Perkasa Kritik Rizieq Shihab: Ingkari Pancasila

Jelang FPI dibubarkan, mertua KSAD Jenderal Andika Perkasa kritik Rizieq Shihab: ingin ingkari Pancasila.

Editor: Edi Sumardi
ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat. 

Akibatnya, kawasan Puncak Bogor pun sempat macet total.

Kuasa Hukum FPI, Aziz Yanuar menyebut, acara peletakan batu yang dihadiri Rizieq dilaksanakan secara spontan.

3. Kerumunan di Petamburan

Sehari setelah dari Petamburan, Rizieq Shihab dan FPI kemudian menggelar dua hajatan besar yang menyedot ribuan orang di Petamburan, Jakarta.

Dua hajatan itu adalah pernikahan sang putri, Syarifah Najwa Shihab yang kemudian disusul acara Maulid Nabi pada Sabtu (14/11/2020).

Kala itu, Rizieq Shihab mengakui sulitnya menerapkan protokol kesehatan, khususnya mengatur dan menjaga jarak fisik antar tamu undangan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Rizieq Shihab ketika berceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putrinya.

Rizieq Shihab mengungkapkan, pihak penyelenggara sebetulnya ingin masyarakat yang hadir dalam acara tersebut bisa menjaga jarak fisik minimal 1 meter.

"Hari ini sebetulnya, sebetulnya, penginnya kita saudara ini yang duduk berjarak semeter-semeter," ujar Rizieq Shihab dikutip dari siaran Front TV, Minggu (15/11/2020).

4. Pencopotan spanduk

Pasukan TNI menggelar pencopotan spanduk dan baliho bergambar Rizieq di Jakarta pada Jumat (20/11/2020).

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengaku memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pencopotan.

Alasannya, pihak satpol PP sudah "angkat tangan" terhadap kehadiran spanduk dan baliho FPI, sehingga, TNI pun turun tangan.

Akan tetapi, langkah itu menuai kritik tajam.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha menyatakan, pencopotan tersebut seharusnya dilakukan satpol PP, bukan TNI.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved