Opini
Akhlak dan Ikhtiar Pembentukan Karakter Menuju Keunggulan Korporasi BUMN
Penetapan Akhlak sebagai core value BUMN tersebut bersamaan dengan acara perubahan logo dan slogan Kementerian BUMN.
Dari sisi dimensi spiritual, oleh seluruh umat beragama di Indonesia, Akhlak juga dimaknai sebagai cerminan perilaku positif seseorang dalam melakoni kehidupan.
Dalam segmen lebih luas, penerapan Akhlak dalam meningkatkan kinerja BUMN menjadi manifestasi perilaku korporasi yang positif dan berkeunggulan. Mungkin ini terkesan utopis, namun sangat implementatif untuk diterapkan secara konsisten di lingkungan BUMN. Nilai-nilai utama yang terkandung dalam “Akhlak” sesungguhnya representasi serta simbolisasi aktual dari visi dan misi BUMN itu sendiri.
Dengan nilai unsur Amanah dan Kompeten misalnya, BUMN bertekad akan menghadirkan kualitas pekerjaan yang mumpuni berlandaskan kompetensi handal dan profesional , disaat yang sama membangun harmoni secara inklusif dan adaptif serta dengan loyalitas tinggi, menuntaskan target yang sudah ditetapkan.
Sementara itu unsur Kolaborasi digali dari semangat gotong royong dan kerjasama konstruktif masyarakat Indonesia yang telah menjadi tradisi turun temurun monumental bangsa kita.
Pencanangan “Akhlak” sebagai nilai utama BUMN menjadi momentum yang tepat, agar setiap insan BUMN bisa lebih menyelaraskan langkah, menyatukan visi dan menguatkan hati menyikapi dunia yang terus berubah. Setiap unsur nilai dalam “Akhlak” menjadi inspirasi sekaligus motivasi menuntun menuju keunggulan korporasi BUMN yang tangguh dan digjaya.
Akhlak dan Pandemi Covid 19
Pada masa Pandemi Covid-19 saat ini, tantangan yang akan dihadapi oleh BUMN tentu kian tak mudah. Dalam webinar yang diselenggarakan oleh INDEF pada Selasa (28/7), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmojo menyatakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dianggap mempunyai peran besar dalam membantu penanganan virus corona dan pemulihan ekonomi.
“Keseimbangan antara menjaga kesehatan BUMN dan berperan aktif memulihkan ekonomi masyarakat menjadi tantangan yang besar pada BUMN ini,” tegasnya lagi. Alur kas (cash flow), proses bisnis, proyek-proyek, beban utang, hingga dividen BUMN tak akan semulus seperti kala normal dulu. Kini daya tahan (resilience) BUMN menjadi sangat penting untuk menjaga kinerja sekaligus menjaga perekonomian nasional.
Imbas Pandemi Covid 19 telah secara telak menghantam beragam sektor di BUMN. Sektor Pariwisata dan Transportasi telah merasakan dampak langsung Pandemi ini ketika pertama kali menyebar. BUMN Penerbangan, Kapal Laut, Hotel dan seluruh bisnis pendukunganya tak ayal limbung dihantam “badai” ini.
BUMN “Karya” tak urung ikut merasakan akibatnya pada sejumlah proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur, sementara itu efek pelemahan Rupiah pada kontrak-kontrak impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri membuat Pertamina ikut “sempoyongan”.
Di sektor keuangan, BUMN Perbankan menghadapi problematika kredit macet karena debitur dari sektor Industri dan UMKM mengalami kendala dalam menjalankan bisnis akibat Pandemi ini.
Masalah yang dialami itu, tentu saja membuat Kementerian BUMN perlu segera melakukan pemetaan portofolio bisnis BUMN (juga ke “anak cucu perusahaan”) dan efisiensi di segala lini agar bisa tetap bertahan juga eksis pada situasi sulit yang dialami Indonesia dan dunia sekarang.
Peran BUMN pada masa Pandemi Covid 19 dengan pencanangan nilai utama BUMN “Akhlak”memiliki korelasi yang erat. Spirit Akhlak sebagai nilai utama menjadi referensi terbaik mempersiapkan “jurus-jurus” efektif dan tepat sasaran menghadapi segala problematika yang terjadi.
Upaya membumikan dan mempertajam nilai-nilai utama “Akhlak” tentu dimulai internal BUMN sendiri. Sebagai pemangku kepentingan bisnis perusahaan paling dekat, karyawan mesti dilibatkan pertama kali sebagai konsumen paling intim dalam perusahaan. Karyawan merupakan pemangku kepentingan bisnis perusahaan terdekat. Transformasi itu, salah satunya, bermula dari sana.
Pemberdayaan karyawan dilakukan melalui nilai-nilai autentik yang dimilikinya. Mengapa? Karena merekalah yang bisa mengetahui, apakah nilai-nilai yang disampaikan perusahaan merupakan nilai-nilai yang lahir dari ketulusan atau ketidaktulusan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/korporasi-bumn.jpg)